TLDR
Paparan terbaru menunjukkan bahwa paparan logam dan PFAS dapat mempercepat penuaan pada lumba-lumba. Hanya subset tertentu dari logam dan senyawa PFAS yang berkontribusi pada penuaan biologis yang dipercepat. Penelitian ini menyoroti pentingnya memahami dampak pencemar lingkungan terhadap kesehatan hewan dan manusia. Pomodo.id - Paparan terhadap logam berat dan bahan kimia yang dikenal sebagai "forever chemicals" dapat menyebabkan lumba-lumba menua lebih cepat dari seharusnya. Hal ini menimbulkan kekhawatiran mengenai polusi laut serta dampaknya bagi kesehatan manusia. Senyawa seperti seng dan tembaga dapat masuk ke dalam lautan akibat limbah industri dan kegiatan penambangan. Begitu pula dengan senyawa per- dan poli-fluoroalkil, atau PFAS, yang sering disebut sebagai "forever chemicals" karena daya tahannya yang sangat lama di lingkungan.Penelitian sebelumnya telah mendokumentasikan efek berbahaya dari logam dan PFAS terhadap kehidupan liar, termasuk lumba-lumba. Pada tahun 2013, sebuah studi menemukan bahwa lumba-lumba hidung botol yang terpapar PFAS dalam jumlah tinggi menunjukkan tanda-tanda bahwa senyawa tersebut mengganggu fungsi hati, ginjal, dan sistem kekebalan mereka. Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa ibu lumba-lumba dapat mentransfer senyawa PFAS kepada anak-anak mereka melalui susu, yang berkontribusi terhadap paparan pada tahap awal kehidupan. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa lumba-lumba umum (Delphinus delphis) yang terkena zat beracun ini mengalami penuaan lebih cepat dari yang seharusnya. Riset ini dibagikan pada 26 Juni dalam sebuah dokumen yang diposting di bioRxiv.org, meskipun belum melalui proses review sejawat.Dolphin, sebagai mamalia laut yang memiliki kesamaan dalam jangka hidup, pola pernapasan, dan pola makan dengan manusia, sering digunakan sebagai indikator kesehatan manusia. Bagaimana lumba-lumba merespon akumulasi racun dapat membantu memprediksi dampak merugikan pada manusia. Studi baru ini menjadi yang pertama mengeksplorasi hubungan antara pemaparan terhadap bahan kimia ini dan penuaan yang dipercepat pada mamalia laut.
"Forever chemicals" merujuk pada kelompok senyawa kimia yang sulit terurai di lingkungan, termasuk PFAS, yang sering digunakan dalam berbagai produk rumah tangga, seperti peralatan masak anti lengket dan bahan pelapis tahan air. Pahami bahwa meskipun bahan-bahan ini sangat berguna, keberadaannya di lingkungan dapat menyebabkan polusi serius dan efek negatif pada kesehatan biologis, termasuk pada spesies laut seperti lumba-lumba.
Memang, dengan adanya pembuktian dari berbagai studi mengenai dampak logam berat dan PFAS, muncul tension dalam pemahaman kita tentang hubungan antara aktivitas manusia dan kesehatan ekosistem laut. Kendati ada ketidakpastian dalam data terkini dan studi yang belum peer-reviewed, fakta bahwa paparan zat beracun dapat mempercepat penuaan pada mamalia laut seharusnya mengharuskan para pengambil keputusan dan ilmuwan untuk lebih proaktif dalam menangani masalah polusi ini.Ke depan, penting untuk terus memantau tingginya kadar kontaminan ini di lingkungan laut dan untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang dampak jangka panjangnya terhadap kehidupan laut dan, pada gilirannya, kesehatan manusia. Perlunya tindakan preventif untuk mengatasi polusi dan pengelolaan limbah menjadi lebih mendesak, agar ekosistem laut dan semua makhluk yang bergantung padanya tetap terjaga untuk generasi mendatang.