Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Inovasi Memori Dua Dimensi: Menyimpan Data Dengan Satu Elektron Di Suhu Ruang

Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
News Publisher
25 Jul 2026
52 dibaca
3 menit
Inovasi Memori Dua Dimensi: Menyimpan Data Dengan Satu Elektron Di Suhu Ruang

TLDR

Penggunaan elektron tunggal dapat mengurangi konsumsi energi dalam penyimpanan data.
Teknologi baru berpotensi memungkinkan model AI berjalan di ponsel dengan efisiensi tinggi.
Rencana untuk komersialisasi teknologi dalam lima tahun ke depan bisa mengubah industri penyimpanan data.
Pomodo.id - Inovasi terbaru di bidang teknologi memori telah dicapai oleh para ilmuwan di Fudan University di Shanghai. Mereka berhasil mengembangkan memori flash dua dimensi yang mampu menyimpan data pada suhu ruang menggunakan satu elektron. Penemuan ini secara drastis mengurangi konsumsi energi yang diperlukan dalam pemrosesan data, serta memungkinkan model kecerdasan buatan (AI) untuk beroperasi di perangkat ponsel dengan konsumsi daya yang minimal tanpa kehilangan informasi selama percakapan.Biasanya, untuk menyimpan satu bit informasi pada chip penyimpanan yang paling canggih saat ini, dibutuhkan sekitar 200.000 elektron untuk memastikan bahwa data tidak menghilang menjadi kebisingan. Namun, dengan teknologi terbaru ini, para peneliti berhasil menurunkan angka tersebut ke tingkat teoretis terendah: satu elektron. Dalam makalah yang diterbitkan pada 16 Juli di jurnal Science, profesor mikroelektronik Zhou Peng dan timnya menjelaskan cara perangkat ini, yang dinamakan Guiyi, dapat menangkap dan membaca satu elektron di suhu ruang. Ini adalah pencapaian yang sangat penting dalam dunia semikonduktor, yang diyakini sebagai langkah krusial menuju efisiensi energi yang lebih besar dalam teknologi penyimpanan data.Teknologi Guiyi tidak hanya menawarkan peningkatan dalam hal penghematan energi, tetapi juga meningkatkan kekuatan sinyal dari puluhan milivolt hingga 0,5 volt, menjadikannya sepuluh kali lebih baik dibandingkan upaya sebelumnya dalam penyimpanan elektron tunggal. Dengan adanya peningkatan ini, pengolahan data dapat dilakukan lebih lokal, mengurangi ketergantungan pada pusat data yang besar.Namun, pencapaian ini juga menghadapi tantangan. Meskipun teknologi telah terbukti secara eksperimen, penerapannya di dunia nyata dan potensi komersialnya masih perlu diteliti lebih lanjut. Ada batasan dalam hal skala produksi dan integrasi teknologi ini ke dalam perangkat sehari-hari. Selain itu, tantangan seperti biaya produksi dan adopsi industri yang lambat dapat memengaruhi adopsi lebih luas dari teknologi ini.Di masa depan, kemampuan untuk menjalankan model bahasa besar di ponsel dapat merevolusi cara kita berinteraksi dengan teknologi, memungkinkan komunikasi yang lebih alami dan efisien. Ini bisa menjadi langkah signifikan dalam mendefinisikan ulang pengalaman pengguna ponsel, terutama di era digital dan ketersediaan informasi yang hampir tak terbatas.
Guiyi
Guiyi adalah perangkat memori yang dikembangkan oleh Fudan University dan merupakan inovasi dalam bidang teknologi penyimpanan. Dengan kemampuannya untuk menyimpan dan membaca data menggunakan satu elektron, Guiyi menyelesaikan tantangan besar dalam teknologi semikonduktor. Berita keliru yang sering muncul adalah anggapan bahwa untuk penyimpanan data yang andal selalu diperlukan banyak elektron. Kenyataannya, Guiyi membuktikan bahwa dengan desain yang inovatif, penyimpanan efisien dapat dicapai.
Dengan kemajuan ini, kita dapat mengantisipasi perkembangan lebih lanjut dalam teknologi AI yang ramah lingkungan, yang dapat memperkuat inovasi di bidang telekomunikasi dan teknologi informasi. Dengan demikian, penelitian mengenai memori dua dimensi dapat membuka jalan bagi teknologi yang lebih efisien di masa depan serta memungkinkan ponsel kita berfungsi lebih baik dalam menjalankan aplikasi-aplikasi cerdas.Artikel ini disusun dari 2 sumber.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.