TLDR
Pasar kripto menunjukkan performa positif meskipun ada tekanan dari pasar minyak. Bitcoin dan Ether mengalami kenaikan harga yang signifikan. Indeks saham tradisional seperti S&P 500 dan Nasdaq 100 tetap stabil dan positif. Pomodo.id - Pasar kripto menunjukkan ketahanan meskipun di tengah tekanan dari kenaikan harga minyak dan konflik yang berkepanjangan di Iran. Bitcoin diperdagangkan di harga $65,760, meningkat 1,1% dalam periode terbaru menurut waktu UTC, sementara Ether, cryptocurrency terbesar kedua, naik 1,6%. Kenaikan harga ini terjadi meskipun Brent crude futures mencapai $97,66 per barel, tertinggi sejak pertengahan Mei, menggambarkan bahwa pasar kripto mampu mempertahankan kinerjanya meskipun ada ketidakpastian global.Meskipun terdapat kenaikan di pasar kripto, bukan berarti tanpa tantangan. Pada hari Rabu sebelumnya, Bitcoin mengalami penurunan sebesar 0,9% dan diperdagangkan pada $65,900, sementara Ether turun 0,5% menjadi $1,920. Hal ini terjadi setelah Bitcoin mencapai titik tertinggi lebih dari sebulan, di mana profit-taking menjadi hal yang umum saat harga melonjak. Lonjakan harga WTI crude yang melintasi $85 per barel berkontribusi pada kekhawatiran inflasi yang kembali muncul, membebani aset berisiko termasuk cryptocurrency. Sementara itu, futures Nasdaq 100 dan S&P 500 mengalami penurunan seiring investor beralih ke aset yang lebih aman seperti emas, yang naik 0,95% menjadi $4,118.
Bitcoin, sebagai cryptocurrency pertama dan terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar, menjadi cerminan kekuatan teknologi blockchain serta investor beralih ke aset digital saat kondisi pasar menjadi tidak pasti. Meskipun sering dianggap sebagai spekulatif, Bitcoin juga berfungsi sebagai tempat berlindung bagi investor ketika terjadi gejolak di pasar modal tradisional. Banyak yang salah paham bahwa Bitcoin hanya sebuah mata uang digital; sebenarnya, ia adalah inovasi teknologi yang menjadi alat transaksi dan penyimpan nilai yang penting dalam era digital.Tantangan di pasar tidak hanya datang dari faktor eksternal, tetapi juga dari pandangan pasar. Indeks Ketakutan dan Keserakahan CoinMarketCap berada di angka 34, yang menunjukkan adanya ketakutan di kalangan investor. Indeks ini sering kali menjadi indikator ketidakpastian dalam pasar kripto, dan dapat menunjukkan bahwa meskipun ada momen positif, sentimen yang lebih luas tetap berfluktuasi di dalam zona ketakutan. Ini terkonfirmasi oleh penurunan relative strength index (RSI) di banyak pasangan kripto yang berada di angka 44.07, mendekati kondisi oversold yang menyulitkan rekonsiliasi.Ke depan, perkembangan ini menunjukkan bahwa meskipun pasar kripto menunjukkan ketahanan, ada risiko lebih lanjut terkait dengan fluktuasi harga minyak yang dapat memicu tekanan inflasi yang lebih besar. Potensi ancaman ini dapat menyebabkan investor lebih waspada terhadap keputusan investasi mereka, berpotensi mengubah aliran modal di pasar kripto. Terutama bagi Bitcoin, dengan dominasi pasar yang meningkat ke angka 59%, artinya aset ini kembali menemukan nilai dalam ketidakpastian, berpotensi menarik lebih banyak minat dengan semakin memburuknya kondisi makroekonomi.Artikel ini disintesis dari 3 sumber.