Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

El Niño Terbesar Dalam 150 Tahun Bisa Bikin Tahun 2027 Jadi Terpanas

Sains
Iklim dan Lingkungan
News Publisher
24 Jul 2026
82 dibaca
3 menit
El Niño Terbesar Dalam 150 Tahun Bisa Bikin Tahun 2027 Jadi Terpanas

TLDR

El Niño yang sedang berkembang diperkirakan akan menjadi yang terbesar dalam 150 tahun terakhir.
Kombinasi El Niño dan pemanasan global dapat menyebabkan suhu rata-rata global mencapai 1,7°C di atas rata-rata pra-industri.
Dampak ekonomi dari El Niño ini bisa mencapai kerugian sebesar $10 triliun pada tahun 2032.
Pomodo.id - El Niño yang sedang semakin menguat di Samudera Pasifik diperkirakan akan menjadi yang terbesar dalam setidaknya 150 tahun. Peneliti menjelaskan bahwa jika perkiraan ini terbukti benar, lonjakan panas yang akan dikeluarkan oleh El Niño ditambah dengan pemanasan yang disebabkan oleh perubahan iklim akibat aktivitas manusia, kemungkinan besar akan menjadikan tahun 2027 sebagai yang terpanas dalam catatan sejarah. Fenomena ini juga akan memicu cuaca ekstrem di banyak bagian dunia.Menurut model iklim yang digunakan oleh para peneliti, puncak dari El Niño kali ini diharapkan akan melampaui rekor sebelumnya dengan "selisih yang luar biasa". Zeke Hausfather, seorang ilmuwan iklim di Berkeley Earth, menyampaikan bahwa bukan hal yang mustahil bahwa kejadian ini dapat mengangkat suhu rata-rata global pada tahun 2027 hingga 1,7°C di atas rata-rata sebelum masa industri. Kenaikan ini akan membawa suhu global mendekati batas 1,5°C, yang telah dijanjikan oleh pemerintah untuk dihindari dalam Perjanjian Paris.El Niño dan La Niña adalah bagian dari Oscilasi Selatan El Niño (ENSO), yang merupakan fluktuasi alami suhu permukaan laut dan angin di samudera Pasifik tropis. Fenomena ini biasanya berbalik antara El Niño yang hangat dan La Niña yang dingin sekitar setiap dua hingga tujuh tahun. Terakhir kali El Niño terjadi adalah pada tahun 2023-2024. Penting untuk dicatat bahwa kehadiran El Niño saat ini tidaklah mengejutkan, karena ini merupakan bagian dari siklus alami iklim bumi.
El Niño
El Niño adalah pola iklim yang ditandai dengan pemanasan suhu permukaan laut di bagian tengah dan timur Pasifik, yang mempengaruhi pola cuaca di seluruh dunia. Banyak orang mungkin mengira bahwa El Niño hanya membawa cuaca hangat, namun faktanya, El Niño juga dapat menyebabkan peningkatan curah hujan di beberapa daerah, sekaligus kekeringan di daerah lain. Pemahaman yang tepat mengenai El Niño sangat penting agar kita dapat lebih siap menghadapi dampaknya yang bisa meluas.
Seiring dengan adanya El Niño yang sangat kuat ini, berbagai risiko muncul, terutama bagi negara-negara yang sudah rentan terhadap perubahan iklim. Misalnya, fenomena ini bisa memperparah kondisi cuaca ekstrem seperti banjir, kekeringan, dan badai, yang dapat berdampak pada sektor pertanian dan infrastruktur. Oleh karena itu, setiap peningkatan suhu yang diakibatkan oleh El Niño harus dihadapi dengan kebijakan adaptif yang lebih baik, terutama di negara berkembang yang memiliki akses terbatas terhadap teknologi dan sumber daya.Menghadapi tahun 2027, penting bagi negara-negara untuk mempersiapkan dan mengantisipasi dampak yang akan ditimbulkan oleh fenomena meteorologi ini. Kebijakan yang tepat dan responsif akan baik untuk masyarakat dan lingkungan. Implementasi teknologi ramah lingkungan dan fokus pada keberlanjutan bisa menjadi langkah penting dalam mitigasi dampak yang akan dihadapi. Selain itu, kesadaran publik dan pendidikan tentang risiko perubahan iklim harus ditingkatkan untuk membangun ketahanan masyarakat menghadapi ujian yang akan datang.Artikel ini disintesis dari 1 sumber.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.