TLDR
Stardust membagikan informasi kesehatan sensitif pengguna kepada pihak ketiga, melanggar klaim privasi mereka. RudderStack, perusahaan analitik, menerima data pengguna tetapi terikat untuk tidak menjual atau menggunakannya untuk tujuan sendiri. Euki direkomendasikan sebagai aplikasi pelacak periode yang tidak membagikan data dengan pihak ketiga, menunjukkan praktik privasi yang lebih baik. Pomodo.id - Terungkap bahwa aplikasi Stardust, yang dikenal sebagai pelacak periode, mungkin tidak menjaga data privasi pengguna sepenuhnya, meskipun mengklaim sebaliknya. Penelitian terbaru oleh Mozilla Foundation menunjukkan bahwa Stardust membagikan informasi kesehatan sensitif pengguna kepada perusahaan analitik pihak ketiga, RudderStack. Data yang dibagikan termasuk tanggal lahir pengguna, jenis kontrasepsi, tujuan reproduksi, dan gejala spesifik yang dialami, dan semua informasi ini diidentifikasi dengan pengenal unik menggantikan nama pengguna.Pemerintahan Federal Trade Commission (FTC) telah lama memperingatkan bahwa metode ini tidak membuat data menjadi anonim atau mencegahnya dari kemungkinan dilacak kembali kepada individu. Penelitian oleh Mozilla menyoroti risiko keamanan dan privasi yang menyertai penggunaan aplikasi pelacak periode dan kesehatan lainnya yang berbagi data dengan pihak ketiga. Seringkali, pembagian data ini terjadi sebagai aktivitas latar belakang dalam aplikasi, yang tidak terlihat oleh pengguna. Hal ini menjadi praktik umum bagi aplikasi untuk berbagi data dengan layanan lain untuk penyimpanan, analitik, dan pembayaran, namun berbagi informasi pengguna dengan pihak ketiga secara inheren membawa risiko, seperti kemungkinan terjadinya pelanggaran keamanan atau pencurian data.
Stardust adalah aplikasi yang berfungsi sebagai pelacak siklus menstruasi, yang populer di kalangan wanita untuk membantu mereka memantau kesehatan reproduksi mereka. Meskipun Stardust mengklaim bahwa data pengguna bersifat dienkripsi end-to-end, ini tidak menjamin bahwa data tersebut aman dari akses pihak ketiga. Hal ini penting karena melibatkan informasi kesehatan yang sangat pribadi, dan jika data tersebut jatuh ke tangan yang salah, dapat menimbulkan risiko bagi pengguna, termasuk kemungkinan penuntutan oleh pihak berwenang.
Sebelumnya, TechCrunch telah melaporkan mengenai lonjakan unduhan aplikasi Stardust pada tahun 2022 pasca pembatalan hak konstitusi untuk mencari aborsi di Amerika Serikat. Saat itu, Stardust mengklaim bahwa aplikasinya sepenuhnya dienkripsi, menambah lapisan jaminan bagi penggunanya. Namun, dengan adanya temuan baru dari Mozilla, klaim ini mulai dipertanyakan. Pengguna yang mengandalkan Stardust untuk menjaga privasi kesehatan mereka mungkin tidak menyadari bahwa data mereka dapat dengan mudah diakses oleh pihak ketiga tanpa sepengetahuan mereka.Perkembangan ini menegaskan perlunya regulasi yang lebih ketat untuk aplikasi kesehatan yang berbagi data pengguna. Seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya privasi data, pengguna diharapkan untuk lebih berhati-hati dalam memilih aplikasi yang mereka gunakan. Ini juga dapat mendorong produsen aplikasi untuk meningkatkan transparansi dan keamanan data yang mereka kelola. Jika praktik berbagi data ini tidak mendapat perhatian serius, bisa jadi pengguna akan kehilangan kepercayaan terhadap aplikasi kesehatan di masa depan.Artikel ini disusun berdasarkan 1 sumber.