TLDR
Bitcoin dan ether mengalami penurunan setelah mencapai titik tertinggi dalam sebulan. Kenaikan harga minyak WTI memicu kekhawatiran inflasi, mempengaruhi pasar risiko termasuk cryptocurrency. Permintaan akan aset aman terlihat dengan peningkatan dominasi bitcoin di pasar. Pomodo.id - Bitcoin mengalami penurunan tipis di tengah meningkatnya ketegangan konflik Iran dan lonjakan harga minyak. Pada hari Rabu, harga Bitcoin tercatat sebesar $66,011.27, mengalami penurunan sekitar 0,9% sejak tengah malam UTC menjadi $65,900. Penurunan ini terjadi setelah cryptocurrency terbesar di dunia itu sempat mencapai titik tertinggi dalam lebih dari sebulan. Salah satu faktor yang memengaruhi ini adalah kenaikan signifikan harga minyak mentah WTI yang melampaui $85 per barel untuk pertama kalinya sejak 12 Juni, memunculkan kekhawatiran terkait inflasi yang mengganggu aset berisiko selama tahun ini.Kondisi pasar keuangan saat ini menunjukkan bahwa indeks futures Nasdaq 100 dan S&P 500 juga mengalami penurunan. Investor terlihat beralih ke aset-aset yang lebih aman, terlihat dari kenaikan harga emas sebesar 0,95% menjadi $4,118. Lonjakan permintaan akan aset yang lebih aman ini tercermin pada dominasi Bitcoin yang meningkat menjadi 59%, di mana modal mengalir dari altcoin dan stablecoin menuju Bitcoin yang dianggap lebih aman.Namun, tidak semua indikator menunjukkan sentimen negatif. Meskipun Bitcoin dan Ethereum mengalami penurunan, beberapa indikator makroekonomi menunjukkan adanya harapan. Meskipun pasar kripto menghadapi tekanan jual, total kapitalisasi pasar kripto tetap berada di sekitar $2,16 triliun. Ada juga tanda-tanda pemulihan, seperti penurunan indeks kekuatan relatif (RSI) ke level 42.23 yang mendekati kondisi oversold, di mana trader mulai melakukan pembelian kembali setelah posisi sebelumnya dijual.Pergerakan ke bawah di pasar kripto tampaknya berhubungan erat dengan ketegangan yang meningkat di Timur Tengah, di mana Iran meluncurkan serangan terhadap basis militer Amerika Serikat di negara-negara Teluk. Selain itu, serangan udara yang dilakukan oleh AS terus berlanjut, menciptakan keadaan ketidakpastian yang lebih besar di pasar. Ketegangan ini memberi dampak negatif tidak hanya pada pasar kripto, tetapi juga memicu penurunan dalam indeks saham di seluruh dunia seperti Nasdaq 100 yang menurun 1,91% dan S&P 500 yang turun 0,96%.
Bitcoin adalah cryptocurrency pertama dan terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar. Ini berfungsi sebagai mata uang digital yang memungkinkan transaksi peer-to-peer tanpa perlu pihak ketiga, dan sering disebut sebagai "emas digital". Bitcoin penting karena merepresentasikan potensi sistem keuangan baru yang lebih terdesentralisasi, tetapi sering kali dikaitkan dengan volatilitas harga yang ekstrem. Banyak orang salah paham dengan mengira Bitcoin sebagai investasi yang selalu menguntungkan, padahal nilainya sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti kebijakan pemerintah dan kondisi pasar global.Melihat perkembangan terkini, kondisi pasar tampak menghadapi tantangan yang berkelanjutan di tengah ketegangan geopolitik. Para investor diharapkan akan terus memantau situasi di Timur Tengah karena setiap eskalasi dalam konflik ini dapat mempengaruhi harga aset berisiko, termasuk Bitcoin.Artikel ini disintesis dari 4 sumber.