Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Apakah Final Spanyol-Argentina Aman Dari Asap Kebakaran Hutan Kanada?

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
News Publisher
19 Jul 2026
300 dibaca
3 menit
Apakah Final Spanyol-Argentina Aman Dari Asap Kebakaran Hutan Kanada?

TLDR

Kualitas udara di East Rutherford membaik menjadi kategori 'moderat', yang aman untuk kebanyakan orang.
Para atlet dalam kondisi sehat tidak perlu khawatir dengan kualitas udara yang moderat saat pertandingan.
Orang dengan kondisi kesehatan tertentu tetap harus waspada dan mempersiapkan rencana untuk menghadapi polusi udara.
Pomodo.id - Pada tanggal 19 Juli 2026, Stadion New York New Jersey di East Rutherford, New Jersey, menjadi pusat perhatian dunia ketika final Piala Dunia FIFA akan berlangsung. Namun, tantangan lain juga muncul dari alam: asap kebakaran hutan. Sejak musim panas ini, keputusan untuk mengadakan acara penting tersebut dibayangi oleh efek dari kebakaran hutan yang sedang berkobar di barat Amerika Serikat dan Kanada, yang menyebabkan langit di wilayah timur laut Amerika menjadi berwarna oranye dan kualitas udara menurun hingga ke level berbahaya.Selama sebagian besar minggu ini, aroma asap kebakaran terasa di sekitar Stadion New York New Jersey. Pada hari Jumat (17 Juli), adanya asap menyebabkan penangguhan sesi latihan luar ruangan tim Spanyol dan membuat indeks kualitas udara di beberapa bagian New Jersey mencapai angka 165, yang dikategorikan tidak sehat bagi semua orang, tidak hanya bagi mereka yang memiliki asma atau penyakit jantung. Terlepas dari kekhawatiran ini, prakiraan cuaca memberikan harapan, karena hujan badai yang terjadi pada sore hari Sabtu diharapkan dapat membersihkan asap tersebut dari atmosfer bagian bawah. Indeks kualitas udara East Rutherford secara signifikan menurun menjadi kisaran 58-67 pada malam Sabtu, yang artinya kualitas udara kini berada dalam kategori "sedang" dibandingkan dengan angka "tidak sehat" yang tercatat sebelumnya.
PM2.5
PM2.5 terdiri dari partikel halus yang berukuran lebih kecil dari 2,5 mikrometer. Partikel ini sangat penting karena dapat memasuki saluran pernapasan hingga terdalam dan bahkan masuk ke dalam aliran darah. Paparan PM2.5 telah dikaitkan dengan risiko tinggi penyakit kardiovaskular. Dr. Abeer Berry, seorang ahli kardiologi, menjelaskan bahwa polusi udara dianggap sebagai faktor risiko lingkungan terpenting yang dapat menyebabkan kematian global. Terutama, inkonsistensi kualitas udara yang rendah dapat meningkatkan risiko kesehatan bagi para pemain dan penonton saat final berlangsung.
Di sisi lain, tantangan masih ada karena FIFA belum memiliki rencana kontinjensi yang komprehensif menghadapi potensi masalah kesehatan yang diakibatkan oleh polusi udara akibat kebakaran hutan. Walker, Dr. Mohammed Alo, menekankan bahwa hubungan antara polusi udara dan penyakit jantung telah didukung oleh data epidemiologis yang luas, dengan PM2.5 menjadi perhatian utama. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun langkah-langkah telah diambil untuk mengurangi asap sebelumnya, masih ada tantangan serius terkait kesehatan yang harus dihadapi.Ke depan, peningkatan kualitas udara yang diperkirakan akan terus berlanjut pada hari final dapat memberikan jaminan yang lebih baik terkait keselamatan. Namun, perhatian masih diperlukan terhadap kejadian serupa di masa mendatang, mengingat kebakaran hutan dapat kembali terjadi dan mengancam kualitas udara saat pelaksanaan acara besar lainnya. Keselamatan penonton dan pemain harus tetap menjadi prioritas utama.Artikel ini disusun dari 2 sumber.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.