TLDR
CDC melaporkan lebih dari 1.600 kasus cyclosporiasis di 34 negara bagian, yang jauh lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Lettuce yang terkontaminasi yang dijual di Taco Bell menjadi salah satu sumber yang dicurigai dari wabah ini. Sebagian besar penyakit diare akut di AS disebabkan oleh patogen lain, bukan hanya Cyclospora. Wabah cyclosporiasis di Amerika Serikat meningkat tajam, dengan selada yang dijual Taco Bell diidentifikasi sebagai salah satu sumber yang dicurigai. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengonfirmasi lebih dari 1.600 kasus di 34 negara bagian, dengan lebih dari 5.000 kasus tambahan masih dalam peninjauan. Total ini hampir enam kali lipat dibandingkan dengan titik yang sama tahun lalu. Meskipun demikian, penyakit cyclosporiasis bukanlah satu-satunya infeksi yang dapat menyebabkan diare dan penyakit gastrointestinal, karena sebagian besar penyakit diare akut di AS disebabkan oleh patogen lainnya.Cuaca panas yang relatif tinggi di banyak wilayah Amerika mungkin berkontribusi pada peningkatan kasus cyclosporiasis musim ini. Dalam bulan-bulan panas ini, wabah telah terdeteksi di 31 negara bagian. Tren peningkatan suhu selama beberapa dekade mungkin berperan dalam frekuensi penyakit ini, yang biasanya ditemukan di daerah tropis. Pada 9 Juli, CDC melaporkan 843 kasus cyclosporiasis domestik yang dikonfirmasi, dengan 86 rawat inap dan tanpa kematian. Namun, jumlah tersebut dianggap tidak memadai, karena hanya di Michigan saja, lebih dari 3.300 kasus telah dilaporkan sejak 22 Juni.Meskipun lettuce (selada) menjadi perhatian utama, pejabat kesehatan publik di Michigan menegaskan bahwa mereka tidak mengesampingkan makanan lain dan belum mengidentifikasi jenis, penanam, atau pemasok tertentu sebagai sumber kontaminasi. Parasite penyebab wabah ini adalah Cyclospora cayetanensis, yang dapat menular melalui makanan atau air yang terkontaminasi tinja manusia. Kontaminasi biasanya terjadi di pertanian. CDC mencatat bahwa cyclosporiasis terjadi secara musiman di banyak negara, namun lebih umum di daerah tropis dan subtropis. Penyakit ini tidak menular dari orang ke orang, dan biasanya, gejalanya muncul sekitar seminggu setelah mengonsumsi makanan atau air yang terkontaminasi.
Cyclospora cayetanensis adalah parasit mikroskopis yang menyebabkan cyclosporiasis, infeksi yang ditandai dengan diare berat dan gejala gastrointestinal. Penting untuk memahami bahwa infeksi ini terutama disebabkan oleh konsumsi makanan yang terkontaminasi, terutama sayuran segar. Banyak orang salah kaprah dengan mengira bahwa cyclosporiasis dapat menyebar antar individu, padahal sebenarnya tidak demikian. Untuk mengatasi risiko ini, praktik kebersihan yang baik dan pemilihan makanan yang aman sangatlah esensial.
Wabah cyclosporiasis ini menunjukkan bahwa masalah kesehatan masyarakat bisa meningkat dramatis ketika iklim berubah. Adanya potensi peningkatan frekuensi pertumbuhan penyakit dari tahun ke tahun mendorong perlunya perhatian lebih dalam pengelolaan kesehatan dan keamanan pangan. Dengan lebih banyak kasus masih dalam peninjauan, penting bagi masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti informasi terbaru dari para ahli kesehatan.Artikel ini disusun dari 2 sumber.