Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

SBI Group Ekspansi Global: Akuisisi Coinhako Dan Bangun Infrastruktur Aset Digital

Finansial
Mata Uang Kripto
News Publisher
17 Jul 2026
52 dibaca
3 menit
SBI Group Ekspansi Global: Akuisisi Coinhako Dan Bangun Infrastruktur Aset Digital

TLDR

SBI Group telah mengakuisisi Coinhako untuk memperluas jangkauan digital asset mereka di tingkat global.
Strategi SBI mencakup pengembangan infrastruktur blockchain dan tokenisasi aset di Asia.
Investasi SBI di sektor kripto mencerminkan kepercayaan institusional yang meningkat terhadap infrastruktur blockchain.
SBI Group baru-baru ini mengumumkan akuisisi saham mayoritas di platform crypto yang berbasis di Singapura, Coinhako, sebagai bagian dari rencana ekspansi global mereka dalam infrastruktur aset digital. Coinhako dikenal memiliki lisensi Major Payment Institution dari Monetary Authority of Singapore (MAS) dan beroperasi di Singapura. Yoshitaka Kitao, CEO SBI Holdings, menyatakan bahwa tujuan mereka adalah untuk membangun koridor global bagi aset digital dengan menghubungkan bursa di seluruh dunia. SBI Group, yang merupakan konsultan sekuritas online terbesar di Jepang dengan lebih dari 14 juta pengguna dan total aset senilai $308 miliar, menunjukkan komitmennya terhadap inovasi dalam sektor keuangan digital.Lanjutan dari akuisisi ini termasuk kolaborasi SBI dengan Ondo Finance untuk me-tokenisasi ekuitas Jepang dan aset lainnya menggunakan stablecoin JPYSC untuk penyelesaian transaksi. Selain itu, SBI Group juga membentuk kemitraan baru dengan Solana Foundation. Dalam kesepakatan tersebut, fondasi ini akan mengambil bagian kepemilikan di SBI R3 Japan, yang akan berganti nama menjadi SBI Solana Global. Entitas baru ini bertujuan untuk menerbitkan stablecoin dan melakukan tokenisasi aset dunia nyata, seperti obligasi perusahaan dan real estat. Langkah ini bertujuan untuk menghubungkan pasar keuangan tradisional dengan infrastruktur berbasis blockchain.Dari sudut pandang industri, SBI Holdings berupaya untuk menjadi kelompok keuangan pertama di Asia yang mengejar keseluruhan rantai nilai aset digital di berbagai sektor, mulai dari penerbitan dan penyelesaian hingga infrastruktur perdagangan, manajemen aset, dan distribusi ritel secara regional, bukan hanya di Jepang. Terlebih lagi, SBI Solana Global berfokus pada membangun pasar baru bagi aset digital yang berasal dari Jepang, menjadikan Jepang sebagai pusat keuangan onchain di Asia.Namun, ada tantangan dalam implementasi strategi ini. Meskipun SBI Group berkomitmen untuk mengintegrasikan berbagai layanan digital, mereka tetap harus menghadapi kendala regulasi yang mungkin membatasi kemampuan mereka dalam memfasilitasi operasional lintas negara, terutama di kawasan yang memiliki kerangka hukum dan normatif yang berbeda. Perizinan untuk aktivasi serta penyebaran stablecoin juga memerlukan kesesuaian dengan regulasi yang berlaku di masing-masing negara.Ke depan, akuisisi Coinhako dan kemitraan dengan Solana diharapkan dapat memperkuat posisi SBI dalam menyediakan infrastruktur untuk transaksi digital global. Dengan memanfaatkan inovasi dalam teknologi blockchain, SBI dapat menciptakan efisiensi dalam penyelesaian transaksi, yang menguntungkan baik bagi investor ritel maupun institusi yang menjajaki peluang di dalam pasar aset digital yang berkembang pesat ini.
Coinhako
Coinhako adalah platform pembayaran berbasis cryptocurrency di Singapura yang memiliki lisensi Major Payment Institution dari Monetary Authority of Singapore (MAS). Hal ini sangat penting dalam ekosistem aset digital, karena lisensi tersebut memungkinkan Coinhako untuk beroperasi dalam kapasitas yang lebih besar dan terjamin dalam transaksi yang melibatkan cryptocurrency. Banyak yang keliru mengira bahwa semua platform crypto dapat beroperasi tanpa pengawasan; namun, lisensi seperti ini menunjukkan bahwa perusahaan tersebut harus mematuhi regulasi ketat dalam menjalankan bisnisnya.
Artikel ini disintesis dari 2 sumber.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.