TLDR
Anggota Kongres AS dari kedua belah pihak khawatir tentang kolaborasi penelitian dengan China yang dapat membahayakan keamanan nasional. NSF mengumumkan larangan kolaborasi dengan lembaga asing yang dianggap berbahaya, termasuk universitas terkemuka di China. Pemotongan anggaran dan staf di lembaga penelitian AS dapat memperburuk masalah keamanan penelitian. Ketegangan antara Amerika Serikat dan China semakin meningkat seiring dengan langkah-langkah baru yang diambil oleh pemerintah AS untuk melindungi riset ilmiah dari potensi ancaman espionase. Dalam sidang yang berlangsung di Capitol Hill pada 15 Juli, anggota DPR AS dari berbagai partai politik mengungkapkan kekhawatiran mengenai China yang memanfaatkan penelitian di AS, namun terpecah dalam pandangan tentang cara terbaik untuk melindungi dan mendanai riset tersebut. Dalam hal ini, John Moolenaar, ketua Komite Seleksi Rumah untuk China, menyambut baik keputusan National Science Foundation (NSF) untuk melarang kolaborasi antara ilmuwan AS yang didanai jejaring dengan institusi asing yang dianggap membahayakan keamanan nasional, termasuk banyak universitas terkemuka di China.Dengan pertumbuhan kekuatan ilmiah China sejalan dengan berkurangnya pengaruh AS, NSF telah mengubah kebijakannya dari persetujuan kasus-per-kasus menjadi larangan langsung terhadap kerja sama dengan entitas yang telah ditetapkan sebagai entitas terbatas, beserta karyawan mereka. Kebijakan ini mencerminkan dorongan yang lebih luas dari Kongres oleh Partai Republik untuk membatasi kemitraan akademik antara China dan AS, di tengah kekhawatiran para pembuat kebijakan bahwa hubungan tersebut dapat berkontribusi pada pengembangan militer dan teknologi Beijing. Pengumuman ini diharap dapat melindungi riset yang dibiayai oleh pajak AS dan menegaskan perlunya negasi penggunaan dana federal untuk kolaborasi dengan entitas yang dianggap berisiko terhadap keamanan nasional.
National Science Foundation (NSF)
NSF adalah lembaga federal yang didirikan oleh Kongres AS pada tahun 1950. Lembaga ini memiliki peran penting dalam pendanaan riset sains dan teknik di AS. Dalam konteks ketegangan dengan China, NSF baru saja mengumumkan larangan kolaborasi dengan institusi riset China yang dianggap berisiko. Penekanan pada pelarangan ini bertujuan untuk menjaga integritas penelitian dan inovasi yang didanai publik, serta untuk mengurangi risiko yang dapat ditimbulkan oleh hubungan kolaborasi dengan entitas yang terlibat dalam kegiatan yang dapat membahayakan keamanan negara.
Keputusan NSF menciptakan tantangan tersendiri dalam riset dan kolaborasi ilmiah internasional. Sementara beberapa pihak menganggap langkah ini perlu untuk melindungi kepentingan AS, banyak ilmuwan khawatir bahwa penghalang kolaborasi ini dapat melemahkan kemajuan ilmiah secara keseluruhan. Dengan terbatasnya hubungan internasional, AS berisiko kehilangan potensi inovasi baru yang sering kali muncul dari kerja sama lintas negara. Kerja sama internasional dalam ilmu pengetahuan sering kali menjadi motor penggerak kemajuan dan kreativitas yang diperlukan untuk menghadapi tantangan global.Menghadapi keputusan ini, masa depan kolaborasi penelitian di bidang sains dan teknologi akan menjadi sangat bergantung pada kemampuan institusi riset AS untuk beradaptasi dengan perubahan kebijakan yang ketat. Adanya perhatian berkelanjutan terhadap risiko keamanan dapat mendorong perlunya inovasi dalam cara di mana penelitian dilakukan, serta potensi terjerat dalam ketegangan geopolitik yang lebih luas. Jika kebijakan ini berlanjut, hasil jangka panjang dapat menciptakan jurang informasi yang lebih dalam antara AS dan negara-negara lain, termasuk China, yang dapat menghambat pertukaran ilmiah yang produktif.Artikel ini disintesis dari 2 sumber.