Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

AMPERA Dan Adelphi Kembangkan Reaktor Nuklir Subkritis Dengan Teknologi Neutron Tinggi

Sains
Fisika dan Kimia
News Publisher
08 Jul 2026
123 dibaca
2 menit
AMPERA Dan Adelphi Kembangkan Reaktor Nuklir Subkritis Dengan Teknologi Neutron Tinggi

TLDR

AMPERA telah mendapatkan akses eksklusif ke sistem generasi neutron Adelphi Technology untuk mempercepat pengembangan reaktor mikronuklir subkritikal.
Reaktor desain subkritikal AMPERA memerlukan aliran neutron eksternal yang berkelanjutan untuk beroperasi, memberikan kontrol lebih bagi operator.
AMPERA berencana untuk membangun jaringan energi terintegrasi yang menggabungkan bahan bakar alternatif, manufaktur aditif, dan teknologi neutron.
# AMPERA dan Adelphi Kembangkan Reaktor Nuklir Subkritis dengan Teknologi Neutron TinggiAMPERA, sebuah perusahaan teknologi energi, telah mengumumkan pengembangan reaktor nuklir subkritis yang bekerja dengan menggunakan teknologi neutron tinggi. Inovasi ini dikembangkan bersama Adelphi dan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi serta keamanan dalam sistem pembangkitan energi nuklir.Di dalam pengembangan ini, AMPERA menggunakan thorium sebagai bahan baku energi. Thorium diketahui memiliki cadangan tiga kali lebih banyak dibanding uranium, serta menawarkan tingkat pemanfaatan bahan bakar yang lebih tinggi. Selain itu, AMPERA telah mengintegrasikan strategi vertikal dalam pengembangan bahan bakar thorium untuk memastikan pasokan yang stabil dan ketersediaan yang dapat diandalkan untuk operasi reaktor. Pada tahun 2023, AMPERA meluncurkan kantornya di Florida untuk mengelola ekstraksi dan logistik thorium, serta bertujuan untuk memproduksi butiran bahan bakar TRISO thorium yang dirancang untuk efisiensi tinggi. Inovasi dalam komponen pembangkit energi ini diharapkan akan mendukung kebutuhan energi yang semakin meningkat di Indonesia dan di seluruh dunia.Namun, pengembangan ini tidak tanpa tantangan. Meskipun AMPERA dan Adelphi bekerja untuk memajukan teknologi reaktor nuklir subkritis, terdapat kekhawatiran mengenai regulasi yang ketat dalam industri energi nuklir. Persyaratan perizinan dan evaluasi keamanan dari badan-badan regulasi dapat mengganggu kemajuan dan penetrasi teknologi ini di pasar. Selain itu, tantangan teknis dalam pengoperasian reaktor subkritis dan pemahaman masyarakat terhadap energi nuklir dapat menjadi penghalang tersendiri.Seiring berjalannya waktu, pengembangan reaktor nuklir subkritis ini dapat berdampak signifikan terhadap cara Indonesia memenuhi kebutuhan energi di masa depan. Dengan potensi reaktor yang menggunakan thorium dan teknologi neutron tinggi, Indonesia bisa beralih ke sumber energi yang lebih bersih dan efisien, yang sangat mendukung upaya untuk mengurangi emisi karbon. Dengan kesadaran dunia terhadap perubahan iklim yang meningkat, keberhasilan penerapan teknologi ini dapat menempatkan Indonesia sebagai pemimpin dalam inovasi energi nuklir bersih.Artikel ini disusun dari 4 sumber.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.