TLDR
MiCA sedang direvisi untuk mengakomodasi meningkatnya minat terhadap stablecoin. ECB menunjukkan toleransi terhadap stablecoin untuk beberapa penggunaan, tetapi masih menginginkan kontrol yang lebih besar. Ada perdebatan tentang bagaimana cara terbaik untuk mengatur stablecoin di Eropa, termasuk model multi-issuance. # Mengulik MiCA 2.0: Regulasi Baru Stablecoin dan Tantangan Kedaulatan Euro**Thesis**Penerapan regulasi Markets in Crypto-Assets (MiCA) versi 2.0 di Uni Eropa menjadi langkah penting dalam mengatur penggunaan stablecoin, namun menghadapi tantangan dalam hal kedaulatan euro, terutama terkait dengan keberlanjutan adopsi mata uang digital.**Supporting Data**MiCA merupakan kerangka regulasi yang pertama di dunia untuk mengatur aktivitas cryptocurrency dan stablecoin di Uni Eropa. Dengan dimulainya transisi MiCA pada 1 Juli 2024, diharapkan kemunculan sekitar 20 stablecoin bernomor euro yang diakui, berdasarkan ketersediaan lisensi yang diberikan kepada penyedia layanan aset kripto. Saat ini, hanya satu lisensi MiCA yang dimiliki oleh perusahaan Polandia, menunjukkan tantangan awal dalam aplikasi regulasi ini. Dalam rangka mencapai kepatuhan terhadap MiCA, perusahaan-perusahaan di sektor kripto diharuskan melakukan penyesuaian yang signifikan terhadap operasional mereka.Regulasi ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang harmonis bagi perusahaan-perusahaan di seluruh 27 negara anggota Uni Eropa, memastikan bahwa mereka beroperasi dalam kerangka hukum yang jelas. Di sisi lain, MiCA ditetapkan sebagai respon terhadap pertumbuhan pesat pasar cryptocurrency yang diperkirakan akan mencapai transaksi senilai hingga $719 triliun di seluruh dunia pada tahun 2035. Hal ini menggambarkan potensi besar dari stablecoin sebagai alternatif bagi sistem keuangan global.**Contradiction**Namun, terdapat tantangan yang signifikan terkait dengan keberlanjutan euro sebagai mata uang dominan. Dengan regulasi baru ini, MiCA bisa saja memicu peningkatan penggunaan stablecoin yang terikat dengan mata uang lain, mengguncang kedaulatan euro. Kritik juga muncul mengenai kekhawatiran bahwa persyaratan kepatuhan yang ketat dapat menyebabkan perusahaan-perusahaan kripto kecil tidak mampu bersaing, sehingga hanya perusahaan besar yang mampu bertahan. Keterbatasan dan potensi kegagalan kepatuhan bisa mengakibatkan 80% perusahaan kripto tidak mampu beroperasi di bawah regulasi MiCA, membuat landscape kompetisi semakin sulit bagi startup.**Implication**Melihat ke depan, keberhasilan penerapan MiCA dapat menentukan bagaimana Uni Eropa beradaptasi terhadap blockchain dan teknologi digital lainnya. Jika regulasi ini dapat diimplementasikan secara sukses, ada kemungkinan bahwa MiCA dapat menjadi model bagi negara-negara lain dalam merumuskan kebijakan serupa. Selain itu, pertarungan dalam mengatur stablecoin dapat mendorong bank sentral di negara-negara anggota untuk berinovasi dalam menciptakan versi digital dari euro yang lebih kompetitif. Ketersediaan dan penggunaan stablecoin di pasar global juga dapat berdampak bagi efisiensi sistem pembayaran, meskipun tantangan kedaulatan mata uang juga harus dihadapi dengan hati-hati.Artikel ini disintesis dari 8 sumber.