Fokus
Teknologi

Perkembangan Global AI: Kancah KTT, ChatGPT, dan Adopsi Model Kompetitif

Share

Cerita ini mengulas dinamika perkembangan di bidang kecerdasan buatan, mulai dari puncak pertemuan di India, inovasi pembuatan karikatur dengan ChatGPT, hingga adopsi model AI alternatif oleh perusahaan untuk mendapat keunggulan kompetitif yang berpotensi meningkatkan solusi digital secara global.

20 Feb 2026, 03.30 WIB

YouTube Hadirkan Fitur AI Percakapan Langsung di TV Pintar dan Streaming

YouTube Hadirkan Fitur AI Percakapan Langsung di TV Pintar dan Streaming
YouTube baru-baru ini mengembangkan fitur kecerdasan buatan (AI) percakapan yang memungkinkan pengguna bertanya tentang konten video langsung dari layar TV mereka. Sebelumnya, fitur ini hanya tersedia di perangkat mobile dan web namun kini diperluas ke TV pintar, konsol game, dan perangkat streaming. Dengan fitur ini, penonton bisa menanyakan hal-hal terkait video tanpa harus menghentikan pemutaran, seperti bahan resep atau latar belakang lagu. Fitur 'Ask' tersedia melalui tombol di layar TV dan dapat digunakan dengan mikrofon remote control, mendukung bahasa Inggris, Hindi, Spanyol, Portugis, dan Korea. Saat ini fitur ini dibatasi untuk pengguna berusia 18 tahun ke atas dan masih dalam tahap eksperimen bagi pengguna terpilih. Perluasan ini dilakukan karena semakin banyak orang yang mengakses YouTube lewat TV di rumah masing-masing. Selain YouTube, perusahaan lain seperti Amazon dengan Alexa+, Roku, dan Netflix juga mulai menawarkan fitur AI percakapan yang membantu pengguna mencari informasi tentang film dan konten favorit mereka lebih interaktif. Persaingan teknologi di ruang keluarga ini membuka era baru dalam menikmati hiburan yang lebih personal dan informatif. YouTube tidak hanya fokus pada AI percakapan, tapi juga meluncurkan sejumlah fitur AI lain seperti peningkatan kualitas video dari resolusi rendah ke HD, serta fitur yang merangkum komentar video untuk membantu penonton mengikuti diskusi tanpa harus membaca semuanya. Fitur pencarian berbasis AI juga sedang diuji coba untuk hasil yang lebih relevan. Lebih jauh lagi, YouTube menghadirkan aplikasi khusus untuk Apple Vision Pro, memungkinkan pengguna menonton video di layar virtual raksasa yang imersif. Inovasi-inovasi ini menunjukkan ambisi YouTube dalam memasuki masa depan hiburan digital yang semakin canggih dan terintegrasi dengan teknologi AI di berbagai perangkat.
19 Feb 2026, 20.49 WIB

Ketegangan Rivalitas OpenAI dan Anthropic di Tengah KTT AI India

Ketegangan Rivalitas OpenAI dan Anthropic di Tengah KTT AI India
Dalam acara India AI Impact Summit yang digelar di New Delhi, Perdana Menteri Narendra Modi mengajak para pembicara untuk menunjukkan solidaritas dengan bergandengan tangan. Semua eksekutif AI yang hadir di panggung seperti OpenAI dan Anthropic diajak untuk bersatu dalam inovasi teknologi, namun hal tersebut menjadi momen yang agak canggung. Sam Altman, CEO OpenAI, dan Dario Amodei, CEO Anthropic, yang merupakan dua pesaing terkuat dalam dunia kecerdasan buatan, justru tidak bergandengan tangan seperti para pembicara lainnya. Mereka sengaja menunjukkan jarak dalam aksi solidaritas tersebut, yang mencerminkan ketegangan antara kedua perusahaan. Rivalitas ini semakin memanas setelah OpenAI mengumumkan rencana memasang iklan pada ChatGPT, sementara Anthropic meluncurkan iklan di Super Bowl yang mengkritik kebijakan OpenAI tersebut. Konflik semakin dalam ketika Altman menanggapi dengan menyebut Anthropic tidak jujur dan otoriter. Meski persaingan ketat, kedua perusahaan AI tersebut juga memperkuat kehadirannya di India. OpenAI membuka dua kantor baru dan bekerja sama dengan TCS untuk mengembangkan alat AI dalam pendidikan tinggi. Sementara Anthropic juga membuka kantor di India dan berkolaborasi dengan Infosys untuk penerapan teknologi AI. Momen di summit ini membuktikan bahwa meskipun ada persaingan sengit dalam industri AI, negara seperti India menjadi pusat penting bagi pengembangan teknologi tersebut. Persaingan ini bisa memberikan keuntungan kompetitif sekaligus menjadi tantangan dalam kolaborasi global di masa depan.
03 Feb 2026, 07.00 WIB

OpenClaw Tawarkan Model AI China Kimi dan MiniMax dengan Biaya Lebih Murah

OpenClaw, sebuah agen AI global yang sukses sejak diluncurkan pada akhir 2025, kini mulai menggunakan model AI open-source dari China untuk meningkatkan pelayanan mereka. Hal ini karena model-model tersebut menawarkan kombinasi biaya dan performa yang sangat baik, sehingga menarik lebih banyak pengguna yang ingin menghemat biaya operasional AI mereka. Moonshot AI, sebuah startup asal Beijing, merilis model terbaru bernama Kimi K2.5 dan Kimi Coding yang kini sudah tersedia secara gratis di layanan OpenClaw. Selain itu, OpenClaw juga mendukung MiniMax, model AI lain yang dikembangkan di China, untuk semakin memperkaya pilihan model bagi pengguna mereka. Menurut analis AI Luo Liang, banyak pengguna melaporkan bahwa penggunaan AI agent otonom yang memakai model lain cenderung menimbulkan konsumsi token yang besar sehingga biaya yang harus dibayar menjadi tidak terduga. Token merupakan satuan data yang diproses oleh AI, dan harganya berkontribusi langsung pada biaya keseluruhan penggunaan AI. Model-model AI open-source China seperti V3 dan R1 dari DeepSeek sebelumnya telah dikenal sebagai sistem berperforma tinggi dengan harga yang jauh lebih murah dibanding model AI asal Amerika Serikat. Kimi K2.5 menjadi model terbaru yang dianggap sebagai model AI open-source terkuat dengan harga Rp 968.60 ribu ($0,58) per juta token input dan Rp 50.10 ribu ($3) untuk output, sangat terjangkau untuk standar global. Dengan keunggulan biaya dan performa tersebut, model AI open-source asal China ini diperkirakan akan semakin diminati di seluruh dunia. Strategi OpenClaw mengadopsi model ini untuk penggunaannya adalah langkah yang tepat untuk menjawab kebutuhan pasar yang menginginkan teknologi AI berkualitas dengan harga terjangkau.