Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus
Teknologi

Inovasi Elektronik Konsumen dan Smart Home

Share

Cerita mengenai tren terbaru di bidang elektronik konsumen dan smart home, meliputi perbandingan produk seperti Smart TV vs Android TV, peluncuran produk baru dari HP China, serta inovasi pada Google Home dan perangkat IoT dari Ikea.

20 Feb 2026, 05.32 WIB

Fulu Foundation Tawarkan Hadiah untuk Simpan Video Ring di Perangkat Lokal

Fulu Foundation Tawarkan Hadiah untuk Simpan Video Ring di Perangkat Lokal
Pengguna perangkat Ring saat ini harus menyimpan rekaman video mereka di layanan cloud Amazon dengan biaya berlangganan, yang mengunci mereka pada sistem penyimpanan yang kurang fleksibel. Meskipun ada opsi penyimpanan lokal, itu terbatas pada model tertentu dan masih memerlukan biaya. Hal ini memunculkan kekhawatiran soal privasi dan kontrol data pengguna. Fitur baru Ring bernama Search Party menggunakan kecerdasan buatan untuk mencari hewan yang hilang menggunakan jaringan kamera Ring. Fitur ini mengundang kontroversi karena data pengguna dikumpulkan dan diproses di server Amazon, yang menimbulkan masalah privasi yang serius bagi banyak orang. Untuk menghadapi masalah ini, Fulu Foundation, yang didirikan oleh YouTuber Louis Rossmann, mengajak para pengembang untuk membuat solusi yang memungkinkan rekaman video Ring disimpan langsung di komputer atau server lokal tanpa meneruskan data ke server Amazon. Bounty awal sebesar 10,000 dolar AS disiapkan bagi tim atau individu yang berhasil mengembangkan cara untuk mengintegrasikan Ring doorbell terbaru dengan perangkat lokal, sehingga pengguna memiliki kontrol penuh atas data mereka tanpa harus tergantung pada perangkat atau layanan Amazon. Namun, tantangan hukum seperti aturan Digital Millennium Copyright Act (DMCA) mengancam untuk mempersulit distribusi solusi ini, karena mengubah atau memodifikasi perangkat lunak Ring bisa dianggap pelanggaran hak cipta. Meskipun demikian, inisiatif ini menjadi langkah penting untuk memberikan otonomi lebih kepada pengguna terhadap data pribadi mereka.
20 Feb 2026, 01.32 WIB

Baseus EnerCore CG11: Adapter Perjalanan Multifungsi Hemat Ruang dan Harga Terjangkau

Baseus EnerCore CG11: Adapter Perjalanan Multifungsi Hemat Ruang dan Harga Terjangkau
Baseus EnerCore CG11 adalah adaptor perjalanan universal yang dirancang untuk mengatasi masalah membawa banyak charger saat bepergian. Dengan desain compact dan fitur multi-port, adaptor ini memungkinkan pengguna mengisi beberapa perangkat sekaligus tanpa menghabiskan banyak ruang di tas. Adaptor ini dilengkapi dengan empat jenis colokan yaitu Type A, C, G, dan I yang bisa ditarik dan disembunyikan, sehingga cocok untuk penggunaan di lebih dari 200 negara termasuk Inggris, Eropa, Australia, Asia, dan Amerika Selatan. Baseus EnerCore CG11 memiliki port USB-C dan USB-A yang masing-masing dapat mengeluarkan daya hingga 60 watt, selain itu ada juga port USB-A dengan daya 5 watt khusus untuk perangkat seperti earphone atau gadget kecil lainnya. Keunggulan lain adalah kabel USB-C bawaan yang bisa diperpanjang hingga 27 inci dan mendukung daya hingga 70 watt, membuatnya mudah digunakan tanpa perlu membawa kabel tambahan. Bentuknya kecil dan ringan, sekitar setengah pon, sehingga memudahkan dalam packing. Adaptor ini juga aman digunakan di kapal pesiar karena tidak memiliki proteksi lonjakan arus, yang berarti pengisian daya lebih stabil dan tidak membahayakan perangkat elektronik meskipun di lingkungan dengan fluktuasi listrik.
19 Feb 2026, 23.12 WIB

GE Profile Rilis Mesin Es Nugget Mini Lebih Kecil dan Terjangkau untuk Rumah

GE Profile Rilis Mesin Es Nugget Mini Lebih Kecil dan Terjangkau untuk Rumah
GE Profile kembali menghadirkan inovasi dengan meluncurkan dua model baru mesin es nugget yang berukuran lebih kecil dan dengan harga yang lebih terjangkau. Mesin ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang ingin membuat es nugget di rumah tanpa harus membeli mesin berukuran besar dan mahal. Es nugget atau es pellet yang dihasilkan oleh mesin ini sangat populer karena teksturnya yang mudah dikunyah dan mampu mendinginkan minuman lebih cepat berkat luas permukaannya yang besar. GE Profile sudah memproduksi mesin es nugget bagi rumah sejak 2015, dan model terbaru ini adalah versi mini yang lebih praktis. Model Opal Mini dijual dengan harga 299 dolar AS dan memiliki reservoir air yang bisa diisi dari bagian atas tanpa tangki air di samping. Kapasitas produksi esnya bisa mencapai 34 pound per hari jika rutin diisi ulang, lengkap dengan fitur filter air dan otomatis pembersihan skala mineral pada mesin. Sementara itu, model Opal Mini Pro sedikit lebih besar karena memiliki tangki air samping yang membuat pengisian ulang lebih jarang dilakukan. Model ini juga memiliki fungsi Wi-Fi untuk kontrol via aplikasi, sendok es dari stainless steel, serta pilihan warna dan bahan finishing premium yang akan diumumkan kemudian. Meskipun menawarkan fitur canggih, review menunjukkan bahwa mesin es nugget ini masih cukup rumit untuk dibersihkan secara menyeluruh, sehingga konsumen harus siap menyediakan waktu dan upaya untuk pemeliharaan yang tepat agar mesin tetap optimal.
19 Feb 2026, 18.40 WIB

Mengenal Perbedaan Smart TV, Android TV, dan Google TV untuk Pilihan Terbaik

Mengenal Perbedaan Smart TV, Android TV, dan Google TV untuk Pilihan Terbaik
Kini banyak jenis televisi yang hadir di pasaran dengan teknologi yang berbeda-beda, seperti Smart TV, Android TV, dan Google TV. Ketiganya sudah bisa terhubung ke internet dan memungkinkan pengguna menonton tayangan streaming dari aplikasi populer. Smart TV biasanya sudah dilengkapi dengan aplikasi bawaan dan sistem operasi khusus dari produsen TV seperti Tizen dari Samsung dan WebOS dari LG. Namun, ada keterbatasan dalam pembaruan dan pilihan aplikasi yang tersedia di masa depan. Android TV menggunakan sistem operasi Android yang memungkinkan akses ke berbagai aplikasi melalui Google Play Store. Pengalaman penggunaan hampir sama dengan smartphone Android, lengkap dengan fitur Google Assistant dan screen mirroring. Sementara itu, Google TV hampir mirip dengan Android TV, tapi fokus utamanya adalah menyediakan rekomendasi konten yang relevan dengan minat pengguna dan menggabungkan layanan streaming dalam satu tampilan agar lebih mudah digunakan. Penting bagi calon pembeli televisi untuk memahami perbedaan ini agar dapat memilih TV yang sesuai dengan kebutuhan hiburan di rumah. Pilihan yang tepat dapat meningkatkan kepuasan menonton dan memudahkan akses ke beragam konten digital.
19 Feb 2026, 11.55 WIB

Infinix Note 60 Pro Meluncur di Indonesia, Harga Mulai 5 Jutaan

Infinix Note 60 Pro Meluncur di Indonesia, Harga Mulai 5 Jutaan
Infinix resmi meluncurkan produk terbarunya, Note 60 Pro, di Indonesia dengan harga mulai dari Rp 5.399.000. Ponsel ini hadir dalam dua varian RAM 8GB dan 12GB, keduanya memiliki kapasitas penyimpanan 256GB. Varian 12GB dijual eksklusif di Shopee, sementara varian lain dijual di berbagai platform e-commerce. Desain Infinix Note 60 Pro sangat mirip dengan iPhone 17 Pro, terutama dari penempatan kamera belakang dan warna oranye khas yang disebut 'Cosmic Orange'. Namun, kameranya berbentuk segi empat dengan resolusi 50 MP Night Master Cam dan fitur Live Photo Mode yang menarik. Layar perangkat memiliki punch hole untuk kamera selfie, dengan refresh rate tinggi 144 Hz dan kemampuan Ultra HDR Cinematic Display yang membuat tampilan lebih tajam dan mulus. Ini memberikan pengalaman visual yang nyaman untuk berbagai penggunaan. Dari sisi performa, ponsel ini ditenagai oleh chipset Snapdragon 7s Gen 4 5G yang kuat dan efisien. Sistem operasi menggunakan XOS 16 dengan jaminan tiga tahun pembaruan OS dan lima tahun patch keamanan, menjadikan ponsel ini cukup awet dan aman digunakan dalam jangka panjang. Baterai besar 6.400 mAh didukung teknologi fast charging 90W dan wireless charging 30W. Selain itu, fitur audio JBL Dual Speakers dan pendingin 3D IceCore VC Chamber Cooling menambah kenyamanan pengguna, sementara desain premium metal memberikan kesan mewah.
05 Feb 2026, 02.35 WIB

Ikea dan Tantangan Besar Matter-Over-Thread dalam Smart Home Murah

Ikea baru-baru ini merilis perangkat rumah pintar baru yang menggunakan teknologi Matter-over-Thread, termasuk tombol pintar, lampu, dan sensor yang dijual dengan harga mulai dari Rp 100.20 ribu ($6) . Produk ini dirancang untuk terhubung dengan berbagai platform smart home tanpa perlu hub khusus atau koneksi cloud. Namun, banyak pengguna mengalami kesulitan dalam menghubungkan perangkat tersebut ke platform seperti Apple Home, Amazon Alexa, dan Home Assistant. Beberapa perangkat bahkan gagal terpasang sama sekali atau sering kehilangan sinyal setelah terhubung, menyebabkan frustrasi bagi pengguna. Ikea mengakui adanya masalah ini dan telah mengerahkan tim khusus untuk menyelidikinya bersama dengan mitra dan Connectivity Standards Alliance. Mereka juga memberikan tips troubleshooting sembari mencari solusi jangka panjang agar perangkatnya bisa berfungsi dengan baik di berbagai kondisi jaringan rumah. Permasalahan ini muncul karena Matter-over-Thread adalah teknologi baru yang menggantikan protokol lama Zigbee di perangkat Ikea. Tantangan terbesar adalah kurangnya interoperabilitas antar perangkat dan router border Thread yang masih membuat jaringan kurang stabil dan membingungkan bagi pengguna. Meski demikian, kolaborasi terus dilakukan untuk menyelesaikan masalah agar perangkat ini bisa menjadi terobosan bagi ekosistem rumah pintar massal. Pengguna dan pengamat berharap pembaruan dan perbaikan akan datang sehingga teknologi ini benar-benar mudah digunakan dan kompatibel seperti yang dijanjikan.
03 Feb 2026, 20.50 WIB

Google Home Akhirnya Dukung Tombol Fisik, Automasi Rumah Pintar Jadi Lebih Mudah

Google Home kini telah menambahkan dukungan untuk tombol fisik sebagai pemicu automasi smart home. Ini adalah fitur yang sudah lama dinantikan oleh banyak pengguna yang sebelumnya hanya bisa mengandalkan suara dan aplikasi untuk kontrol perangkat pintar di rumah mereka. Fitur tombol ini memungkinkan pengguna membuat pengaturan automasi berdasarkan berbagai metode tekan tombol seperti tekan sekali, tekan ganda, tekan lama, hingga melepas tombol setelah ditekan lama. Dengan demikian satu tombol fisik bisa melakukan banyak fungsi berbeda. Salah satu pendorong penting penambahan fitur ini adalah kemunculan perangkat smart button murah dan mudah pakai dari Ikea, yakni Bilresa yang dijual hanya seharga Rp 100.20 ribu ($6) dan menggunakan protokol Matter yang membuatnya mudah terhubung ke banyak platform tanpa perlu hub tambahan. Selain dukungan tombol, Google Home juga memperkenalkan beberapa trigger automasi baru seperti ketika robot vacuum selesai dock, ketika kelembapan mencapai level tertentu, serta perubahan status baterai atau sensor keamanan seperti deteksi bocor atau buka-tutup pintu. Terakhir, update Google Home ini juga memperbaiki bug yang menyebabkan error pemutaran video sehingga memberikan pengalaman pengguna lebih baik. Secara keseluruhan, fitur-fitur baru ini akan membuat penggunaan smart home Google jauh lebih praktis dan menarik bagi pengguna biasa.

Baca Juga

  • Kompetisi Teknologi dan Militer AS-China

  • Perlombaan dan Inovasi AI Global

  • Tantangan Korporat dan Dinamika Ketenagakerjaan

  • Inovasi Baterai dan EV Berkelanjutan

  • Tren Berkembang pada Perangkat Mobile