
Newton Asare dan Kiran Das, dua pendiri serial, melihat bahwa agen AI sudah bukan sekadar alat, melainkan sudah berperan seperti rekan kerja dengan kemampuan menjalankan tugas yang sebelumnya dilakukan manusia. Namun, mereka melihat adanya tantangan besar karena agen-agen AI ini tidak memiliki memori jangka panjang dan tidak bisa mempertahankan konteks proyek secara berkelanjutan.
Melihat kebutuhan akan sistem manajemen yang mampu mengatur seperti apa onboarding, koordinasi, dan pengawasan AI sebagai karyawan digital, mereka mendirikan Reload, platform untuk mengelola tenaga kerja AI secara terstruktur. Reload memberikan visibilitas dan kontrol penuh atas agen AI yang bisa berasal dari sumber apapun, serta memberikan peran dan izin yang jelas.
Reload baru saja meluncurkan produk barunya yang bernama Epic. Epic berfungsi sebagai arsitek dalam lingkungan coding yang membantu menjaga pemahaman sistem secara menyeluruh serta memelihara konteks proyek secara terus-menerus. Epic berperan melengkapi agen coding AI dengan mendefinisikan kebutuhan produk dan mempertahankan konteks agar pengembangan tetap konsisten.
Dengan Epic, tim pengembang bisa memulai proyek dengan membuat artefak inti seperti kebutuhan produk, model data, spesifikasi API, keputusan teknologi, dan pembagian tugas yang terstruktur. Epic juga mengikuti perubahan kode dan keputusan agar semua orang yang bekerja dengan berbagai agen tetap berpegang pada sumber kebenaran yang sama.
Reload baru saja mendapat pendanaan sebesar 2,275 juta dolar AS untuk mengembangkan platform ini lebih jauh, terutama dalam mendukung semakin banyaknya agen AI yang digunakan oleh perusahaan. Perusahaan ini menargetkan masa depan di mana manusia dan agen AI bekerja berdampingan dengan pengelolaan yang tersentralisasi dan efisien.