Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus
Teknologi

Teknologi EV dan Baterai Mengubah Mobilitas

Share

Inovasi dalam teknologi baterai dan kendaraan listrik, termasuk temuan baru dari CATL dan Tesla serta pendanaan untuk home battery Lunar Energy dan ulasan kendaraan China, menggerakkan revolusi dalam keberlanjutan transportasi.

19 Feb 2026, 03.56 WIB

Kapasitor Polimer Baru Tahan Panas Tinggi Simpan Empat Kali Energi

Kapasitor Polimer Baru Tahan Panas Tinggi Simpan Empat Kali Energi
Peneliti di Penn State berhasil mengembangkan kapasitor polimer yang dapat beroperasi pada suhu sangat tinggi hingga 482 derajat Fahrenheit, jauh lebih tinggi dibandingkan kapasitor polimer komersial yang biasanya mulai rusak di suhu sekitar 212 F. Kemampuan ini bisa membuat perangkat elektronik bekerja lebih baik di lingkungan ekstrem seperti kendaraan listrik dan sistem penerbangan. Kapasitor ini dibuat dengan menggabungkan dua plastik tahan panas, PEI dan PBPDA, yang secara alami membentuk struktur nanoskala stabil. Struktur ini meningkatkan konstanta dielektrik menjadi 13,5, padahal masing-masing polimer secara individual memiliki konstanta di bawah empat, sehingga kapasitor bisa menyimpan lebih banyak energi. Material baru ini tidak hanya meningkatkan kapasitas penyimpanan energi sampai empat kali lipat, tetapi juga mempertahankan performa dari suhu minus 148 F hingga 482 F. Hal ini sangat penting untuk membuat perangkat yang lebih kecil dan padat, tanpa mengorbankan kekuatan atau kecepatan dalam mengisi dan mengeluarkan energi. Para peneliti menemukan bahwa nanointerfaces yang terbentuk antara PEI dan PBPDA mencegah kebocoran muatan yang biasanya terjadi pada suhu tinggi. Ini memungkinkan kapasitor bekerja lebih kuat dan tahan lama tanpa harus didinginkan secara intensif seperti pada kapasitor biasa. Teknologi ini mudah diproduksi karena menggunakan bahan yang sudah komersial dan murah, serta proses pembuatannya sederhana. Penelitian ini sudah dipatenkan dan dapat menjadi solusi teknologi penting untuk kendaraan listrik, pusat data, dan sistem kelistrikan di masa depan yang menuntut perangkat tahan panas dan efisien.
19 Feb 2026, 00.33 WIB

Inovasi Baterai EV Dengan Pemisahan Api dan Listrik Tingkatkan Keamanan dan Kapasitas

Inovasi Baterai EV Dengan Pemisahan Api dan Listrik Tingkatkan Keamanan dan Kapasitas
Svolt Energy Technology dari Changzhou, China memperkenalkan baterai Dragon Armor 3.0 dengan teknologi baru yang memisahkan jalur listrik dan jalur api dalam baterai kendaraan listrik. Inovasi ini bertujuan untuk mencegah penyebaran api ke dalam kabin kendaraan saat terjadi kerusakan baterai yang disebut thermal runaway. Thermal runaway merupakan masalah berbahaya di baterai lithium-ion yang terjadi saat panas berlebih menyebabkan reaksi kimia berantai dan kebakaran. Dengan desain baru ini, jalur api diarahkan keluar dari kendaraan dan tidak bercampur dengan terminal listrik seperti pada baterai konvensional. Baterai Dragon Armor 3.0 juga menawarkan peningkatan kapasitas sebesar 7 sampai 10 persen dalam paket dengan ukuran yang sama, berkat penambahan tinggi sel dan desain tekanan yang dioptimalkan untuk keselamatan dan perlindungan benturan. Selain itu, baterai ini menggunakan teknologi semi solid state yang meningkatkan suhu awal pemanasan sendiri sebesar delapan derajat Celcius, sehingga baterai lebih tahan di suhu dingin dan mengurangi kehilangan energi pada saat pengoperasian awal. Dua konfigurasi baterai akan tersedia: 115 kWh untuk kendaraan listrik penuh dan 85 kWh untuk kendaraan plug-in hybrid. Model ini menjanjikan jarak tempuh lebih jauh, umur baterai lebih lama, dan risiko kebakaran yang jauh lebih rendah, menjadikan kendaraan listrik lebih aman dan efisien.
18 Feb 2026, 21.36 WIB

Ford Luncurkan Truk Listrik Midsize Seharga 30 Ribu Dolar dengan Teknologi Formula 1

Ford Luncurkan Truk Listrik Midsize Seharga 30 Ribu Dolar dengan Teknologi Formula 1
Ford Motor Company mengubah strategi kendaraan listriknya dengan fokus pada membuat truk pickup listrik kelas menengah yang sangat terjangkau, yakni sekitar 30,000 dolar. Ini merupakan langkah penting setelah menanggung kerugian besar dari program EV sebelumnya, termasuk pengurangan ambisi pada model Ford F-150 Lightning. Ford ingin menjangkau pembeli mainstream dengan produk yang lebih murah dan efisien. Untuk mencapai tujuan tersebut, Ford mengembangkan platform baru bernama Ford Universal EV Platform yang dirancang dari awal khusus untuk menurunkan biaya dan kompleksitas produksi. Platform ini tidak hanya akan dipakai untuk truk pickup, tapi juga bisa digunakan untuk sedan, crossover, SUV tiga baris, dan van komersial kecil. Salah satu kunci keberhasilan strategi ini adalah merekrut talenta teknik dengan pengalaman di dunia Formula 1. Ford mengadaptasi teknik canggih dari balap seperti optimasi aerodinamika, desain struktural ringan, dan prototyping cepat untuk kendaraan massal. Ini diharapkan dapat mengurangi ukuran dan biaya baterai, sekaligus meningkatkan efisiensi dan jangkauan berkendara. Ford juga memperkenalkan sistem 'bounty' yang memberi nilai finansial dan kinerja pada keputusan teknik, sehingga seluruh tim bekerja sama mengutamakan efisiensi keseluruhan kendaraan. Selain itu, Ford menggunakan baterai lithium iron phosphate (LFP) yang lebih murah dan tahan lama, serta menyederhanakan desain dengan bagian komponen yang lebih sedikit dan sistem perangkat lunak yang terintegrasi. Produksi kendaraan ini akan dilakukan di pabrik Louisville yang mendapatkan pembaruan manufaktur untuk mendukung platform EV baru tersebut. Jika sukses, proyek ini dapat membuat Ford lebih kompetitif di pasar global EV dengan harga rendah, sekaligus mengubah cara pabrikan mobil tradisional mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi kendaraan listrik masa depan.
18 Feb 2026, 20.30 WIB

Teknologi Pengisian Megawatt Percepat Truk Listrik Eropa di Cuaca Dingin

Teknologi Pengisian Megawatt Percepat Truk Listrik Eropa di Cuaca Dingin
Kempower, perusahaan solusi pengisian cepat kendaraan listrik dari Finlandia, menggelar acara MCS Live Winter Days 2026 di Swedia untuk memperlihatkan kemampuan pengisian daya megawatt dalam kondisi suhu rendah ekstrem. Acara ini dihadiri oleh beberapa produsen truk terkemuka seperti MAN Truck & Bus, Scania, dan Volvo yang menunjukkan truk listrik mereka yang sudah siap menggunakan standar pengisian MCS. Standar MCS merupakan inovasi yang memungkinkan pengisian truk listrik berat dengan daya sangat tinggi hingga 1,2 megawatt. Dengan teknologi tersebut, pengisian baterai dari 20 hingga 80 persen dapat dilakukan dalam waktu kurang dari 30 menit, yang sesuai dengan waktu istirahat wajib pengemudi selama 45 menit. Ini sangat membantu efisiensi operasional dan mempermudah penggunaan truk listrik dalam jarak jauh. Di lokasi acara, terdapat fasilitas pengisian truk dengan 12 titik pengisian yang dapat melayani kendaraan hingga panjang 34 meter dengan daya yang bervariasi dari 400 kW hingga 1,2 MW. Infrastruktur ini didukung dengan koneksi jaringan listrik sebesar 2,4 megawatt, penyimpanan energi baterai 2,4 megawatt-jam, serta panel surya berkapasitas 400 kW yang membantu mengurangi biaya energi dan emisi. MAN Truck & Bus menampilkan truk listrik eTGX yang mampu mengisi daya hingga 750 kW dan memiliki kapasitas baterai hingga 480 kWh, memberikan jarak tempuh sekitar 500 kilometer. Pengisian selama 45 menit di titik MCS bisa menambah jarak sekitar 350 kilometer, yang menunjukkan potensi besar untuk penggunaan harian di truk berat listrik. Para peserta diskusi menyepakati bahwa transisi dari standar pengisian CCS2 ke MCS akan berjalan secara bertahap, dengan kedua standar tetap diperlukan untuk fleksibilitas pengguna dan pengelola stasiun pengisian. Penurunan emisi di sektor transportasi berat sangat tergantung pada kebijakan, insentif, serta dukungan energi yang berkelanjutan dan terintegrasi dengan jaringan listrik lokal.
18 Feb 2026, 18.22 WIB

Sodium-ion, Solusi Murah untuk Mobil Listrik Kota dan Pasar Pemula

Sodium-ion, Solusi Murah untuk Mobil Listrik Kota dan Pasar Pemula
Teknologi baterai sodium-ion mulai menjadi alternatif menarik dalam industri kendaraan listrik karena harganya yang lebih rendah dibandingkan baterai lithium-ion. Sodium-ion menggunakan bahan yang lebih melimpah seperti natrium, sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada bahan langka seperti lithium, kobalt, dan nikel yang selama ini meningkatkan biaya produksi EV. Beberapa produsen otomotif besar seperti BYD dan Chery telah mulai menerapkan baterai sodium-ion pada mobil kecil mereka yang dirancang khusus untuk penggunaan di perkotaan. Model seperti BYD Seagull dan kendaraan crossover dari Chery dibangun untuk memenuhi kebutuhan pengemudi muda dan pengguna yang mengutamakan harga terjangkau, dengan jarak tempuh yang cukup untuk aktivitas sehari-hari. Selain itu, produsen baterai dan otomotif lain seperti CATL, JAC Motors, Changan, dan GAC Aion juga berinvestasi dalam pengembangan dan produksi massal baterai sodium-ion. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa teknologi ini sudah bergerak dari tahap penelitian dan pengembangan menuju produksi komersial yang nyata. Sodium-ion juga menawarkan kelebihan performa pada suhu rendah dan keamanan yang baik, yang sangat cocok untuk kendaraan di daerah dengan iklim yang lebih dingin. Kendati densitas energi sodium-ion masih lebih rendah daripada lithium-ion, teknologi ini ideal untuk kendaraan perkotaan dan kendaraan komersial ringan yang tidak membutuhkan jarak tempuh jauh. Dengan harga baterai yang bisa turun 20-40%, adopsi sodium-ion di kendaraan listrik entry-level berpotensi mendorong elektrifikasi massal di pasar negara berkembang seperti Asia Tenggara dan India. Ini membantu mengatasi hambatan harga dan menyediakan kendaraan listrik yang lebih terjangkau untuk jutaan konsumen baru.
18 Feb 2026, 14.30 WIB

Kuasai Pasar Otomotif: China Perkuat Dominasinya dengan Inovasi EV dan Kendaraan Terbang

China kini menjadi eksportir kendaraan terbesar ke Brasil, menggantikan posisi Argentina yang lama mendominasi kawasan Mercosur. Ini menunjukkan bahwa merek mobil asal China semakin kuat dan mendominasi pasar kendaraan terbesar di Amerika Selatan. Selain memperluas pasar, China juga terus mengejar inovasi teknologi. Perusahaan baterai terkemuka CATL memperkenalkan baterai natrium-ion pertama di dunia untuk mobil penumpang, yang menjadi solusi baru untuk mengatasi harga baterai lithium-ion yang fluktuatif. Penggunaan baterai natrium-ion diharapkan dapat menurunkan biaya produksi mobil listrik dan membuat kendaraan listrik lebih terjangkau, yang tentunya menarik bagi konsumen di masa depan. Selain kendaraan listrik roda empat, China juga menunjukkan ambisi besar di pasar kendaraan terbang. Start-up AutoFlight yang didukung oleh CATL menjadi contoh bagaimana China ingin menjadi pelopor dalam ekonomi rendah-altitude yang kekinian dan menjanjikan. Kombinasi dominasi pasar, inovasi teknologi baterai, dan investasi pada kendaraan terbang menempatkan China dalam posisi yang sangat kompetitif, baik di pasar regional seperti Brasil maupun di panggung global, untuk memimpin perkembangan kendaraan masa depan.
05 Feb 2026, 00.56 WIB

Baterai Stasioner Jadi Fokus Investasi Besar, Mendorong Masa Depan Energi Bersih

Dalam beberapa tahun terakhir, baterai stasioner untuk penyimpanan energi rumah dan jaringan listrik semakin menarik perhatian di Amerika Serikat. Lunar Energy, sebuah perusahaan yang memproduksi baterai untuk rumah tangga, baru-baru ini berhasil mengumpulkan dana besar melalui dua putaran pendanaan. Hal ini menandakan bahwa investor sangat percaya dengan potensi baterai stasioner menghadapi tantangan energi saat ini. Lunar Energy berencana meningkatkan produksi baterai dari 20.000 unit pada tahun ini menjadi 100.000 unit pada tahun 2028. Baterai yang mereka buat memiliki kapasitas 15 hingga 30 kilowatt-jam dan bisa digunakan tidak hanya untuk kebutuhan rumah, tetapi juga untuk membantu jaringan listrik dalam situasi puncak kebutuhan energi agar tetap stabil dan efisien. Penggunaan baterai stasioner kini semakin penting karena jaringan listrik semakin terbebani oleh kebutuhan energi yang terus tumbuh, terutama karena permintaan dari data center dan kendaraan listrik. Berikutnya, software Virtual Power Plant (VPP) yang dikembangkan Lunar memungkinkan baterai ini Selain menyuplai listrik, juga membantu mengatur konsumsi energi secara pintar, termasuk mengendalikan charger EV dan peralatan lain. Persaingan di industri baterai stasioner semakin ketat dengan hadirnya perusahaan besar seperti Tesla, Base Power, dan bahkan Ford yang mulai masuk ke sektor ini. Tesla juga menjalankan VPP dengan Powerwall-nya untuk rumah dan sudah mengekspansi bisnis penyimpanannya ke level industri. Hal ini menunjukkan bahwa penyimpanan energi menjadi bidang yang menjanjikan dan tengah berkembang cepat. Meskipun masih relatif mahal dibandingkan pembangkit listrik berbahan bakar fosil, harga baterai terus menurun dengan cepat. Hal ini membuat baterai stasioner menjadi salah satu solusi potensial untuk menggantikan pembangkit listrik puncak yang biasanya lebih mahal dan polutif. Tren ini diprediksi akan semakin memperkuat posisi baterai stasioner sebagai pilar penting dalam sistem energi masa depan.
04 Feb 2026, 22.00 WIB

Mobil Cina Geely Siap Bersaing dan Masuk Pasar Amerika Serikat

Mobil-mobil Cina kini bukan hanya soal harga murah, tapi juga soal kualitas yang mampu bersaing dengan raksasa otomotif di dunia, termasuk Tesla. Contohnya adalah Zeekr 7X, sebuah crossover listrik kategori kompak yang langsung menantang Tesla Model Y dengan harga jauh lebih murah di Cina dan fitur yang menarik bagi konsumen. Geely sebagai induk dari Zeekr dan beberapa merek ternama lain seperti Volvo dan Polestar, sudah memiliki pabrik di South Carolina, Amerika Serikat. Hal ini membuka peluang agar mobil-mobil mereka bisa dirakit lokal dan dijual dengan izin dari pemerintah AS yang mensyaratkan produksi domestik bagi merek Cina yang ingin masuk pasar tersebut. Selain Zeekr 7X, Geely juga menawarkan produk lain mulai dari yang ramah kantong seperti Geely Starray sampai dengan Lynk & Co 09 yang premium dan menggunakan teknologi Volvo. Ini menandakan bahwa mereka punya variasi produk yang lengkap untuk mengisi berbagai segmen pasar di AS nantinya. Menghadapi peluang tersebut, analis dan CEO industri otomotif Amerika seperti Mary Barra mengaku waspada terhadap mobil listrik Cina yang berpotensi merusak pangsa pasar merek tradisional. Sementara itu, dari sisi Geely, mereka tengah mengoptimalkan teknologi dan platform bersama untuk efisiensi dan keseragaman produk secara global. Meskipun masih ada tantangan besar terkait regulasi dan rasa aman nasional, dorongan dari pemerintahan dan kesiapan pabrik lokal membuat kesempatan mobil Geely untuk memasuki pasar AS kian nyata. Jika langkah ini berhasil, dalam beberapa tahun ke depan konsumen AS akan punya pilihan kendaraan listrik dari Cina yang berkualitas, modern, dan terjangkau.

Baca Juga

  • Kompetisi Teknologi dan Militer AS-China

  • Perlombaan dan Inovasi AI Global

  • Tantangan Korporat dan Dinamika Ketenagakerjaan

  • Inovasi Baterai dan EV Berkelanjutan

  • Tren Berkembang pada Perangkat Mobile