Fokus
Bisnis

Revolusi Penerbangan Ganda di Cina: Dari Mobil Terbang Hingga Pesawat Generasi Baru

Share

Cerita ini menggali transformasi sektor penerbangan di Cina, mengangkat inisiatif inovatif yang mencakup proyek mobil terbang dan kolaborasi untuk mengembangkan varian pesawat komersial masa depan. Inovasi ini melambangkan langkah maju besar yang melibatkan perusahaan penerbangan dan produsen teknologi, yang jika berhasil, dapat menurunkan hambatan mobilitas dan meningkatkan keselamatan serta efisiensi transportasi udara.

12 Jan 2026, 16.31 WIB

Aridge Siap IPO di Hong Kong untuk Pacu Kendaraan Terbang eVTOL

Aridge Siap IPO di Hong Kong untuk Pacu Kendaraan Terbang eVTOL
Aridge, sebelumnya dikenal dengan nama AeroHT, adalah perusahaan start-up yang fokus pada pengembangan kendaraan terbang dengan teknologi eVTOL. Perusahaan ini merupakan bagian dari afiliasi produsen mobil listrik Xpeng di Tiongkok. Baru-baru ini mereka mengajukan rencana penawaran umum perdana (IPO) di Bursa Saham Hong Kong. Perusahaan ini dipimpin oleh He Xiaopeng, salah satu pendiri dan CEO Xpeng. Mereka telah menyewa JPMorgan Chase dan Morgan Stanley sebagai penjamin emisi untuk IPO tersebut. Langkah ini merupakan salah satu dari sedikit upaya awal perusahaan kendaraan terbang di Tiongkok yang akan mencoba mengumpulkan dana melalui pasar saham Hong Kong. Aridge telah mengalami rebranding dari nama sebelumnya AeroHT pada bulan Oktober lalu. Setelah menyelesaikan pendanaan Seri B1 pada pertengahan 2024, perusahaan ini berhasil mengumpulkan dana sebesar 150 juta dolar AS dan dinilai sekitar 2 miliar dolar AS. Dana ini akan digunakan untuk mempercepat proses komersialisasi produk mereka. IPO ini dianggap sebagai langkah penting bagi sektor eVTOL dan drone di daratan Tiongkok karena Aridge diperkirakan menjadi perusahaan pertama di bidang ini yang melakukan penawaran saham di Hong Kong. Dengan posisi ini, mereka juga membuka peluang investasi lebih luas untuk teknologi kendaraan yang bisa terbang di ketinggian rendah. Dengan adanya rencana IPO dan strategi komersialisasi yang dipercepat, Aridge diharapkan dapat memimpin pertumbuhan pasar kendaraan terbang di Asia dan mempererat persaingan global di bidang teknologi mobilitas masa depan yang ramah lingkungan dan inovatif.
27 Des 2025, 13.00 WIB

Yu Yue: Kapten Wanita Pertama yang Menginspirasi Penerbangan C919 China

Yu Yue: Kapten Wanita Pertama yang Menginspirasi Penerbangan C919 China
China telah membuat terobosan besar dengan mengangkat Yu Yue sebagai kapten wanita pertama yang memimpin penerbangan eksklusif pesawat narrowbody C919. Yu yang sebelumnya terbang selama sepuluh tahun dengan Boeing 737 kini berhasil beradaptasi dan siap menghadapi tantangan baru di C919. Kisah suksesnya tidak hanya menarik perhatian industri penerbangan dalam negeri, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak perempuan di seluruh negeri. Yu Yue memulai kariernya di China Southern Airlines sejak tahun 2015 dan menunjukkan performa tanpa kesalahan sejak saat itu. Pelatihan khusus yang ia jalani untuk mengoperasikan C919 memperlihatkan bagaimana China serius mengembangkan pilot berkualitas untuk pesawat ciptaan lokalnya. C919 sendiri merupakan jawaban China untuk memperkecil ketergantungan pada pesawat Boeing dan Airbus yang selama ini mendominasi pasar. Maskapai besar seperti China Southern, Air China, dan China Eastern menunjukkan komitmen besar untuk memperluas armada C919. Ketiga maskapai ini sepakat membeli setidaknya 100 unit pesawat tersebut per maskapai, menandakan dukungan kuat terhadap produk nasional. Proses transisi pilot dari pesawat asing ke C919 juga didukung koordinasi intensif oleh Comac dan regulator penerbangan. Inisiatif pelatihan ulang ini menunjukkan transformasi sistematis China dalam membangun kemandirian teknologi di sektor penerbangan. Selain meningkatkan kemampuan pilot, hal ini juga memberikan peluang besar bagi perempuan untuk menapaki karier di dunia penerbangan yang selama ini lebih banyak diisi laki-laki. Yu Yue yang memiliki rekor tanpa kesalahan menjadi simbol keberhasilan langkah ini. Kedepannya, dengan bertambahnya jumlah pilot terlatih yang mampu mengoperasikan C919 dan ekspansi armada yang masif, China diperkirakan akan semakin mandiri di bidang penerbangan komersial. Kisah Yu Yue pun diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda, khususnya perempuan, untuk mengejar karier di bidang teknologi dan aviasi, yang sangat dibutuhkan di era modern saat ini.
26 Des 2025, 11.00 WIB

Comac Kembangkan Pesawat C919-800 dengan Kapasitas di Atas 200 Penumpang

Comac Kembangkan Pesawat C919-800 dengan Kapasitas di Atas 200 Penumpang
Comac, perusahaan pembuat pesawat milik negara Tiongkok, berencana membesarkan model pesawat andalannya, C919, untuk memenuhi permintaan yang semakin meningkat untuk pesawat berkapasitas lebih besar di Asia. Rencananya, varian baru ini dapat menampung lebih dari 200 penumpang, meningkat dari versi standar saat ini. Untuk mewujudkan proyek ini, Comac telah menjalin kesepakatan kerjasama dengan China Eastern Airlines, yang juga merupakan pelanggan utama dari pesawat C919. Kerjasama ini mencakup dukungan dalam pengembangan, pengujian, hingga proses sertifikasi pesawat baru tersebut. Melalui pengalaman operasional China Eastern selama lebih dari dua tahun menggunakan C919 versi standar, Comac berharap masukan dari maskapai tersebut bisa membantu menyempurnakan rancangan varian panjang ini dan meningkatkan peluang pesawat baru itu untuk mendapatkan pesanan berikutnya. Varian yang diperkirakan akan diberi nama C919-800 ini ditargetkan untuk dapat memenuhi kebutuhan rute-rute penting di Asia yang membutuhkan kapasitas penumpang lebih dari 200 orang. Namun, belum ada informasi resmi terkait jadwal sertifikasi atau tanggal masuk layanan dari Comac. Para analis percaya bahwa langkah ini akan memperkuat posisi Comac di pasar pesawat regional, khususnya dengan dukungan dari operator domestik besar. Hal ini juga menandai kemajuan penting dalam upaya Tiongkok untuk menjadi pemain utama di industri penerbangan global.