Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus
Finansial

Menjembatani Kesenjangan Digital di Indonesia: Memperluas Konektivitas di Daerah Terpencil

Share

Inisiatif guna mengatasi kesenjangan digital di Indonesia semakin mengemuka melalui peran operator telekomunikasi besar dan inisiatif komunitas. Telkomsel, misalnya, tidak hanya memberikan kebijakan bebas biaya langganan untuk beberapa layanan di Sumatra, tetapi juga mendirikan posko siaga untuk pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang. Sementara itu, Upaya Bakti hadir untuk menyediakan akses internet berkualitas bagi masyarakat perbatasan. Langkah-langkah ini diharapkan dapat membuka akses pendidikan, ekonomi, dan layanan kesehatan digital bagi masyarakat di daerah kurang terlayani.

04 Jan 2026, 15.44 WIB

Telkomsel Dirikan Posko Siaga di Aceh Tamiang untuk Dukungan Komunikasi Pascabencana

Telkomsel Dirikan Posko Siaga di Aceh Tamiang untuk Dukungan Komunikasi Pascabencana
Telkomsel membuka Posko Layanan Siaga di Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, sebagai upaya membantu masyarakat yang terdampak bencana agar tetap mendapatkan layanan komunikasi yang baik selama masa pemulihan. Posko ini berada di STO Kuala Simpang dan berfungsi seperti layanan di GraPARI. General Manager Mobile Consumer Business Region Sumbagut Telkomsel, Agung E. Setyobudi, menjelaskan bahwa keberadaan posko ini dimaksudkan untuk memberikan layanan langsung kepada masyarakat seperti penggantian kartu dan aktivasi kartu gratis, yang sangat dibutuhkan pascabencana. Posko ini juga menyediakan akses internet gratis agar masyarakat dapat tetap terhubung dengan keluarga dan memperoleh informasi penting. Hal ini sangat membantu aktivitas sehari-hari di tengah proses pemulihan daerah yang terdampak bencana. Jam operasional posko adalah setiap Senin sampai Jumat dari pukul 09.00 hingga 16.00 WIB, serta Sabtu dan Minggu pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, sehingga pelanggan bisa mendapatkan layanan dengan mudah kapan saja selama waktu tersebut. Telkomsel berjanji akan terus memantau kondisi daerah terdampak dan menghadirkan layanan yang sesuai demi membantu masyarakat di waktu sulit. Posko ini menjadi solusi sementara sampai kondisi wilayah benar-benar pulih tetap dari bencana.
20 Des 2025, 13.57 WIB

Telkomsel Bebaskan Biaya dan Percepat Pemulihan Jaringan Bencana di Sumatera

Telkomsel Bebaskan Biaya dan Percepat Pemulihan Jaringan Bencana di Sumatera
Telkomsel memberikan kemudahan bagi pelanggan IndiHome dan Telkomsel Halo yang terdampak banjir serta longsor di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dengan membebaskan biaya berlangganan. Ini adalah bentuk dukungan agar pelanggan tidak terbebani selama masa sulit akibat bencana. Proses pembebasan tagihan dilakukan secara otomatis, dan pelanggan akan mendapatkan pemberitahuan melalui pesan WhatsApp dan SMS dari IndiHome. Pelanggan juga bisa memeriksa status pembebasan tagihan melalui laman resmi IndiHome. Selain pembebasan biaya, Telkomsel juga menyediakan Paket Siaga Peduli yang meliputi kuota internet dan telepon tanpa biaya tambahan sebagai dukungan komunikasi bagi masyarakat terdampak. Namun, pelanggan diimbau agar waspada terhadap penipuan berkedok SMS dari pihak yang mengatasnamakan Telkomsel atau IndiHome. Pemulihan jaringan sudah mencapai progres signifikan, dengan 98% situs di Sumatra Utara dan Sumatra Barat telah beroperasi normal. Di Aceh, proses pemulihan jaringan terus dipercepat dengan dukungan tim teknis 24/7 dan pengiriman perangkat energi cadangan melalui darat dan udara. Telkomsel juga melaksanakan program TERRA yang berkolaborasi dengan lembaga sosial kemanusiaan untuk menyalurkan bantuan kebutuhan dasar dan memberikan pendampingan psikososial di titik pengungsian. Komitmen Telkomsel terlihat dari upaya kolaborasi dan kecepatan pemulihan layanan yang sangat dibutuhkan masyarakat.
18 Des 2025, 12.53 WIB

Peran Digitalisasi Entikong dalam Memperkuat Ekonomi dan Keamanan Perbatasan

Peran Digitalisasi Entikong dalam Memperkuat Ekonomi dan Keamanan Perbatasan
Entikong, sebuah kecamatan di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, memiliki peranan penting sebagai pintu keluar-masuk masyarakat Indonesia ke Malaysia. Selain menjadi jalur ekonomi dan budaya, wilayah ini masih menghadapi tantangan besar karena termasuk kawasan tertinggal dengan akses jalan dan jaringan digital yang terbatas. Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong tidak hanya mengurus imigrasi tetapi juga fungsi kepabeanan, karantina, keamanan, dan layanan perdagangan. Volume pelintas yang sangat tinggi mencapai hampir 600 ribu per tahun menunjukkan pentingnya PLBN ini bagi hubungan bilateral Indonesia-Malaysia. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital bersama BAKTI, telah memperkuat akses internet di Entikong dengan membangun beberapa menara BTS. Hal ini membantu memperlancar proses administrasi dan transaksi digital, yang sangat krusial bagi aktivitas di PLBN maupun masyarakat sekitar. Pelaku usaha mikro kecil menengah seperti Kartiko merasakan langsung manfaatnya dengan adanya internet yang stabil dan alat transaksi elektronik, sehingga usaha dapat tumbuh lebih cepat dan pelanggan bertambah banyak. Manfaat akses internet juga dirasakan dalam pendidikan anak-anak di sekitar Pos Mangkau. Secara keseluruhan, digitalisasi di Entikong menjadi pintu gerbang baru untuk berkembangnya ekonomi, pendidikan, dan komunikasi lintas negara sekaligus memperkuat keamanan nasional. Ini menunjukkan bahwa dengan dukungan teknologi, masyarakat perbatasan dapat mengatasi keterbatasan dan menjawab tantangan masa depan.

Baca Juga

  • Restrukturisasi Perusahaan dan Dinamika IPO Teknologi

  • Ketidakstabilan Crypto dan Penumpasan Penipuan Digital

  • Regulasi Keuangan Global dan Penumpasan Penghindaran Pajak

  • Layanan Keuangan Digital dan Tata Kelola di Era Fintech

  • Perlombaan Global AI dan Semikonduktor yang Mengubah Industri Teknologi