
Pada awal Januari 2026, Alphabet berhasil melampaui Apple dari sisi nilai kapitalisasi pasar, menutup pada angka 3,88 triliun dolar AS, sementara Apple berada di angka 3,84 triliun dolar AS. Kenaikan saham Alphabet sebesar 2% memperkuat posisi mereka sebagai raksasa teknologi dengan pertumbuhan paling signifikan di Wall Street tahun 2025.
Pertumbuhan saham Alphabet mencapai 65% sepanjang 2025, yang merupakan lonjakan terbesar sejak krisis keuangan 2009. Kunci keberhasilan ini adalah fokus besar Alphabet dalam pengembangan kecerdasan buatan, termasuk peluncuran chip pemrosesan tensor generasi ke-7 bernama 'Ironwood' dan sistem AI terbaru 'Gemini 3' yang mendapatkan sambutan positif dari pasar.
Sebaliknya, Apple menghadapi penurunan nilai saham hingga lebih dari 4% dalam lima hari terakhir karena dianggap lambat dalam mengadopsi teknologi AI. Apple menunda peluncuran Siri generasi baru yang direncanakan pada tahun lalu dan baru berjanji untuk meluncurkan asisten AI yang lebih personal pada tahun 2026.
CEO Alphabet, Sundar Pichai, menyatakan perusahaan selalu merespons permintaan pasar dengan cepat dan efektif. Bisnis cloud Google juga menunjukkan pertumbuhan kuat dengan kesepakatan bisnis melebihi 1 miliar dolar AS pada kuartal ketiga 2025, melebihi dua tahun sebelumnya.
Berbeda dengan Apple yang harus mengejar ketertinggalan dalam AI, analis dari Raymond James menurunkan ekspektasi target terhadap Apple karena tingkat pertumbuhan yang sulit dicapai. Ke depan, fokus pengembangan AI dan teknologi inovatif akan menjadi penentu utama dalam persaingan kedua raksasa teknologi ini.