Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Google Antigravity 2.0: Revolusi Coding Agentik Dengan Fitur Dan Harga Baru

Teknologi
Pengembangan Software
News Publisher
20 Mei 2026
1436 dibaca
3 menit
Google Antigravity 2.0: Revolusi Coding Agentik Dengan Fitur Dan Harga Baru

TLDR

Google meluncurkan Antigravity 2.0 dengan fitur baru seperti aplikasi desktop dan alat CLI untuk pengguna pemrograman.
Model Gemini 3.5 Flash mendukung pengembangan agen yang lebih efisien dalam alat Antigravity.
Google menawarkan rencana AI Ultra dengan batasan yang lebih tinggi dan penurunan harga pada rencana AI Ultra sebelumnya.
# Google Antigravity 2.0: Revolusi Coding Agentik dengan Fitur dan Harga BaruDalam era digital yang terus berkembang, kebutuhan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam pengembangan perangkat lunak semakin mendesak. Teknologi coding yang canggih dan ramah pengguna menjadi semakin relevan, memberi ruang bagi inovasi baru di ranah pengembangan aplikasi.Google baru-baru ini meluncurkan **Antigravity 2.0**, sebuah platform coding yang telah diperbarui dengan fitur-fitur yang lebih canggih untuk membantu para pengembang menciptakan aplikasi dengan lebih efisien. Antigravity 2.0 dilengkapi dengan aplikasi desktop baru, alat baris perintah (CLI), dan seperangkat alat pengembangan khusus untuk meningkatkan pengalaman pengguna. Platform ini juga menghadirkan **AI Ultra plan** yang baru dengan harga sekitar **$100**, menawarkan batasan AI yang lima kali lebih tinggi dibandingkan dengan paket Pro.Antigravity 2.0 adalah alat coding yang dirancang untuk memfasilitasi pengembangan **agentik**—yaitu membuat dan mengelola agen-agen AI yang mampu menjalankan tugas secara otomatis. Dalam konteks ini, agen AI adalah program yang dapat melakukan tindakan tertentu tanpa perlu intervensi manusia secara langsung, seperti mengelola email atau memesan hotel. Dengan adanya pembaruan ini, para pengembang tidak hanya dapat menciptakan aplikasi yang lebih baik, tetapi juga dapat mengotomatisasi berbagai proses yang sebelumnya memakan waktu dan tenaga. Misalnya, fitur baru ini memungkinkan penggunaan perintah suara secara langsung, mirip dengan yang ada dalam aplikasi seperti Gmail atau Google Docs, untuk membuat pengembangan semakin intuitif dan responsif.Revolusi ini tidak hanya berfokus pada alat coding, tetapi juga berkaitan dengan tren lebih besar dalam pemrograman dan pengembangan perangkat lunak. Dengan memanfaatkan kemampuan AI dan pembaruan teknologi terbaru, Google Antigravity 2.0 berpotensi merubah cara kita melakukan coding, memungkinkan berbagai aplikasi untuk lebih terintegrasi dan responsif terhadap kebutuhan pengguna. Selain itu, dengan tarif yang relatif terjangkau untuk akses ke fitur canggih ini, lebih banyak pengembang, termasuk yang berada di negara berkembang seperti Indonesia, dapat memanfaatkan teknologi ini untuk menghasilkan solusi inovatif dalam industri yang mereka geluti.Peluncuran Antigravity 2.0 merupakan contoh jelas bagaimana perusahaan-perusahaan besar berusaha untuk mengatasi tantangan yang dihadapi oleh pengembang saat ini. Dengan memberikan alat yang dapat mempercepat pengembangan aplikasi dan mengoptimalkan pengelolaan tugas, Google menunjukkan komitmen untuk mendukung dan mempercepat inovasi dalam teknologi. Ini juga membuka peluang bagi pengembang di Indonesia dan di seluruh dunia untuk memanfaatkan alat ini dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja mereka.Artikel ini disintesis dari 5 sumber.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.