AI summary
Proyek penghijauan di China telah berhasil meningkatkan tutupan hutan dan mengubah distribusi air tawar. Evapotranpirasi meningkat lebih besar dari presipitasi, yang menyebabkan hilangnya sebagian air ke atmosfer. Ketersediaan air tidak merata di seluruh wilayah China, dengan beberapa daerah mengalami penurunan signifikan. China telah melakukan penghijauan besar melalui proyek seperti Great Green Wall dan Grain for Green, yang meningkatkan tutupan hutan dan padang rumput sejak 1978 hingga kini. Proyek ini bertujuan memulihkan ekosistem dengan mengkonversi lahan pertanian menjadi kawasan hijau dan menghentikan penebangan hutan.Penelitian terbaru mengungkap bahwa perubahan tutupan vegetasi dan peningkatan evapotranspirasi dari 2001 hingga 2020 menyebabkan distribusi air tawar di China berubah tidak merata. Wilayah timur monsun dan barat laut kering mengalami penurunan ketersediaan air, sementara Dataran Tinggi Tibet mengalami kenaikan, dengan air menguap ke atmosfer dan berpindah jarak jauh.Akibatnya, ketidakseimbangan distribusi air ini berdampak besar pada lahan pertanian dan pusat populasi, dimana sekitar 46%-60% lahan hanya memiliki 20% air. Pemerintah China berupaya mengatasi masalah ini, namun ada risiko kegagalan karena redistribusi air akibat penghijauan tidak diperhitungkan secara optimal.
Distribusi air yang berubah drastis akibat reboisasi masif menimbulkan paradoks dimana penghijauan justru mengurangi ketersediaan air di wilayah vital. Kebijakan penghijauan harus diimbangi dengan manajemen air yang tepat agar tidak memperburuk masalah sumber daya air di masa depan.