Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Microsoft Ancam Hapus Kata Sandi, Ajak Beralih ke Passkey untuk Lindungi Akun

Teknologi
Keamanan Siber
News Publisher
08 Mei 2026
107 dibaca
1 menit
Microsoft Ancam Hapus Kata Sandi, Ajak Beralih ke Passkey untuk Lindungi Akun

AI summary

Penggunaan kata sandi harus dihentikan untuk mengurangi risiko serangan siber.
Passkeys menawarkan metode otentikasi yang lebih aman dibandingkan dengan SMS dan kata sandi tradisional.
AI memainkan peran besar dalam meningkatkan efektivitas serangan phishing, sehingga penting untuk meningkatkan perlindungan identitas online.
Microsoft memperingatkan bahwa kata sandi dan metode autentikasi dua faktor tradisional seperti SMS kini sangat rentan terhadap serangan siber, terutama phishing yang semakin canggih dengan dukungan AI. Teknologi autentikasi lemah ini dapat menjadi celah besar bagi penyerang yang ingin mencuri akun pengguna.Microsoft dan FIDO mengajak pengguna beralih ke teknologi passkey yang menggunakan private key disimpan secara aman di perangkat pengguna dan hanya dapat digunakan dengan biometrik atau PIN. Saat ini, lebih dari 99% pengguna Microsoft sudah memiliki akses ke sistem autentikasi tahan phishing ini.Transisi ke autentikasi berbasis passkey akan memperkecil permukaan serangan dan penting untuk mencegah akses ilegal yang dapat dieksploitasi oleh agen AI canggih. Ini adalah langkah krusial agar keamanan identitas digital tetap terjaga seiring kemajuan teknologi dan meningkatnya ancaman siber.

Experts Analysis

Bruce Schneier
Penghapusan kata sandi adalah langkah penting untuk keamanan digital masa depan, namun implementasi yang tepat dan kesiapan infrastruktur sangat menentukan keberhasilannya.
Eva Galperin
Passkey membawa peningkatan signifikan dalam mencegah serangan phishing, tapi tantangan terbesar adalah memastikan aksesibilitas dan kemudahan penggunaan untuk semua kalangan.
Editorial Note
Langkah Microsoft untuk menghapus kata sandi adalah keputusan bijak mengingat banyaknya celah yang masih terbuka dengan metode lama, terutama karena kecanggihan AI dalam menyebarkan phishing. Namun, transisi ini perlu diperkuat dengan edukasi pengguna dan sistem pemulihan akun yang aman agar tidak menimbulkan masalah baru di masa depan.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.