AI summary
Keamanan dan regulasi adalah faktor kunci dalam adopsi aset digital oleh institusi. Interoperabilitas antar blockchain perlu dipahami agar aset digital dapat dikelola dengan aman. Kejadian peretasan besar menunjukkan perlunya peningkatan dalam praktik keamanan di sektor DeFi. Peretasan besar di dunia DeFi pada bulan April 2023 menunjukkan kerentanan sistem keuangan terdesentralisasi. Contohnya adalah eksploitasi protokol pinjaman Drift sebesar 295 juta dolar dan serangan besar lainnya di KelpDAO yang menyebabkan kerugian hampir serupa. Peristiwa ini membangkitkan kebutuhan mendesak untuk solusi keamanan dan aturan yang lebih jelas bagi aset blockchain.Angus Fletcher dari State Street menyoroti bahwa untuk mengelola aset tokenized bernilai triliunan dolar, institusi keuangan harus memahami dan mendefinisikan interoperabilitas blockchain serta status legal hak kepemilikan antar rantai. Di sisi lain, Dennis Bree dari Morpho menyatakan bahwa institusi mulai melakukan due diligence terhadap risiko serta menghadapi tantangan besar dalam regulasi dan pengelolaan akuntansi token digital.Situasi ini memaksa langkah-langkah baru dalam pengaturan dan teknologi agar blockchain dan aset digital bisa diintegrasikan secara aman ke institusi keuangan tradisional. Pembentukan aturan legal, standar interoperabilitas, dan sistem akuntansi yang jelas menjadi prioritas untuk menghindari risiko dan memastikan kepercayaan investor institusional.
Tanpa penjagaan dan legalitas yang jelas, adopsi massal aset blockchain oleh institusi besar akan menghadapi risiko kegagalan yang serius. Pendekatan interoperabilitas yang terstandarisasi dan lebih ketat di sisi akuntansi menjadi kunci utama untuk menjembatani dunia keuangan tradisional dan blockchain secara efektif.