TLDR
CISA tidak memiliki akses ke alat AI terbaru yang dapat membantu mereka dalam analisis keamanan siber. Persaingan antara perusahaan AI seperti Anthropic dan OpenAI dapat mempengaruhi kemampuan pemerintah dalam menangani serangan siber. Kepemimpinan yang tidak jelas di CISA memperlambat adopsi teknologi AI yang dapat meningkatkan efisiensi mereka. Dalam beberapa minggu terakhir, Anthropic dan OpenAI mengeluarkan sistem AI yang mampu menemukan kerentanan perangkat lunak dengan cepat dan skala besar. Namun, CISA tidak memiliki akses ke teknologi ini sehingga kesulitan dalam menganalisis serangan siber dan memperbaiki bug. Hal ini terjadi di tengah ancaman terus meningkat dari aktor asing yang menggunakan AI untuk spionase digital.Anthropic diblokir di kalangan pemerintah setelah perselisihan terkait penggunaan alat mereka untuk pengawasan, yang menyebabkan mereka dianggap sebagai risiko rantai pasokan. OpenAI menawarkan program Trusted Cyber Access untuk lembaga pemerintah dan perusahaan komersial, tapi CISA belum mendapat akses. Penurunan staf dan kekosongan posisi direktur di CISA juga memperlambat adopsi AI.Akibatnya, CISA mengalami kesulitan menjaga keamanan digital infrastruktur kritis yang menjadi tanggung jawabnya. Sementara itu, NSA dan mitra komersial sudah memperoleh akses teknologi AI canggih dari Anthropic maupun OpenAI. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko serangan siber dan memperlemah kemampuan pertahanan keamanan siber nasional Amerika Serikat.
Keterbatasan akses AI canggih bagi CISA menunjukkan birokrasi dan kebijakan keamanan yang harus lebih fleksibel dan adaptif terhadap kemajuan teknologi. Tanpa dukungan akses teknologi mutakhir, peran CISA dalam menjaga keamanan nasional menjadi kurang efektif, berpotensi memperlemah pertahanan siber negara.