TLDR
Proyek farm angin terapung di Izu memiliki potensi besar untuk mendukung transisi energi Jepang. Meskipun ada ambisi yang tinggi, tantangan terkait biaya dan skeptisisme pasar dapat menghambat kemajuan. Konsultasi dengan masyarakat lokal dan industri menjadi kunci untuk keberhasilan proyek ini. Tokyo Metropolitan Government merencanakan pembangunan ladang angin terapung terbesar di dunia dengan kapasitas minimal 1 GW di Kepulauan Izu yang disiapkan selesai pada 2035. Proyek ini ditargetkan untuk memasok energi bersih bagi Kepulauan Izu dan wilayah Tokyo daratan.Penggunaan turbin angin terapung yang menggunakan platform mengapung mengurangi dampak negatif ke lingkungan dibandingkan ladang angin biasa yang menggunakan tiang dasar laut. Pemerintah Tokyo mengalokasikan anggaran 2,7 miliar yen tahun fiskal 2026 untuk survei angin dan kondisi dasar laut demi mendukung fase perencanaan dan pengembangan.Meski mendapat dukungan pemerintah, proyek ini masih menghadapi skeptisisme tinggi dari sektor swasta karena masalah biaya, risiko finansial, dan keberlanjutan proyek. Pencapaian target 2035 dinilai sulit karena proyek masih dalam tahapan awal sementara proses konstruksi ladang angin lepas pantai biasanya memakan waktu lama.