AI summary
DeFi masih ada meskipun mengalami eksploitasi besar-besaran. Penurunan TVL di DeFi lebih merupakan penyesuaian risiko daripada kehancuran total. Kejadian ini menjadi panggilan untuk membangun sistem yang lebih aman dan menarik bagi pengguna. DeFi mengalami eksploitasi besar-besaran senilai 290 juta dolar yang menyebabkan penurunan TVL sekitar 13 miliar dolar dalam waktu singkat. Eksploitasi ini disebabkan oleh serangan pada infrastruktur LayerZero yang digunakan oleh KelpDAO, berbeda dengan serangan smart contract biasa. Kerugian ini menimbulkan kekhawatiran bahwa risiko dari token rsETH yang tidak dibackup akan berdampak negatif ke pasar pinjaman seperti Aave.Setelah serangan, modal langsung mengalir keluar dari Aave dan sektor DeFi secara luas, namun penurunan TVL sebagian besar disebabkan oleh unwind dari strategi leverage yang menggunakan token rsETH sebagai jaminan. Yield rendah di DeFi mendorong pengguna untuk mengambil leverage berlebih sehingga meningkatkan risiko sistemik. Data menunjukkan bahwa token rsETH di Aave telah tumbuh pesat beberapa minggu sebelum kejadian, memperparah dampak keuangan.Meskipun serangan dan penurunan nilai terjadi, DeFi tidak mengalami kehancuran total. Sejarah menunjukkan modal dapat berputar dan kembali setelah stabilitas tercapai. Protokol lain seperti Spark mencatat peningkatan TVL pada masa yang sama, menandakan adanya peralihan modal antar platform. Insiden ini menjadi peringatan untuk membangun sistem yang lebih aman dan menawarkan produk dengan imbal hasil yang lebih masuk akal agar DeFi tetap menarik bagi investor.
Eksploitasi terbaru KelpDAO menunjukkan bahwa ancaman terhadap DeFi tidak hanya datang dari bug smart contract, tetapi juga dari kelemahan infrastruktur yang sering diabaikan. Meskipun TVL turun drastis, pemulihan dan rotasi modal menunjukkan bahwa DeFi masih memiliki fondasi yang kuat jika risiko dapat lebih diatur dan produk lebih menarik secara imbal hasil.