Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Misteri Geli: Mengapa Kita Tidak Bisa Menggelitik Diri Sendiri dan Artinya

Sains
Neurosains and Psikologi
News Publisher
26 Apr 2026
221 dibaca
1 menit
Misteri Geli: Mengapa Kita Tidak Bisa Menggelitik Diri Sendiri dan Artinya

AI summary

Ticklishness terdiri dari dua fenomena yang berbeda: knismesis dan gargalesis.
Gargalesis memiliki dasar neurologis yang kompleks dan berkaitan erat dengan emosi serta interaksi sosial.
Hingga saat ini, banyak aspek ticklishness masih menjadi misteri dalam penelitian ilmu saraf.
Fenomena geli atau ticklishness adalah pengalaman kompleks yang membedakan antara geli ringan yang bisa dilakukan sendiri dan geli dalam yang hanya muncul dari sentuhan orang lain. Studi neuroscience menemukan dua jenis geli, yaitu knismesis dan gargalesis, yang memiliki mekanisme dan fungsi neurologis berbeda.Penelitian pada tikus mengungkap neuron di somatosensory cortex dan periaqueductal gray (PAG) berperan penting dalam respons geli dan perilaku bermain. Efek sosial dan emosional seperti kecemasan dapat mematikan respons tersebut, sementara mekanisme prediksi sensori otak menjelaskan mengapa kita tidak bisa menggelitik diri sendiri.Meski telah mengidentifikasi 'hardware' biologis, seperti bagian otak yang terlibat, fungsi sesungguhnya dari geli, terutama gargalesis, tetap menjadi pertanyaan besar. Temuan ini mengajak kita memahami geli sebagai kunci untuk menyelami proses sosial, emosi, dan identitas diri dalam neuroscience.

Experts Analysis

Jaak Panksepp
Sebagai pionir dalam neurosains emosional, ia menekankan pentingnya geli sebagai bagian dari sistem saraf afektif yang menghubungkan emosi dan perilaku sosial, khususnya dalam konteks bermain dan bonding.
Daniel Wolpert
Menggarisbawahi peran efference copy dalam sensory attenuation yang mencegah seseorang merasa geli bila menyentuh dirinya sendiri, menjelaskan interaksi antara sistem sensorimotor dan persepsi diri.
Vivian Simons
Menyoroti perkembangan studi terhadap mekanisme saraf seperti PAG menunjukan betapa pentingnya struktur otak primitif dalam mengatur respons emosional yang kompleks termasuk geli.
Editorial Note
Fenomena geli merupakan jendela unik untuk memahami bagaimana otak memproses interaksi sosial dan emosi secara simultan, tetapi ketidaktahuan kita tentang fungsi dasarnya menunjukkan bahwa neuroscience masih jauh dari memahami aspek-aspek paling mendalam dari pengalaman manusia. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan tidak hanya pada level anatomi, tapi juga pada dinamika emosi sosial agar kita bisa memahami mengapa reaksi geli begitu kuat dan kompleks.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.