Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Serangan Besar Kelp DAO dan Ancaman Kuantum: Risiko Baru DeFi Terungkap

Finansial
Mata Uang Kripto
News Publisher
22 Apr 2026
226 dibaca
1 menit
Serangan Besar Kelp DAO dan Ancaman Kuantum: Risiko Baru DeFi Terungkap

AI summary

Eksploitasi Kelp DAO menunjukkan kerentanan dalam sistem DeFi yang dapat dimanfaatkan oleh peretas.
Korea Utara semakin terorganisir dalam upayanya untuk mencuri dana dari sektor kripto.
Persiapan untuk ancaman komputasi kuantum terhadap kripto harus dimulai sekarang sebelum menjadi masalah yang lebih besar.
Sebuah eksploitasi besar terjadi pada Kelp DAO, yang menyebabkan pencurian 116.500 token rsETH senilai sekitar 292 juta dolar AS melalui manipulasi sistem pesan lintas rantai LayerZero. Peretas membuat LayerZero percaya bahwa instruksi yang valid datang dari jaringan lain, sehingga mengizinkan pencairan besar tanpa pengamanan memadai.Eksploitasi ini dikaitkan dengan kelompok peretas yang diduga berasal dari Korea Utara, yang menunjukkan strategi terorganisir baru dengan memanfaatkan mekanisme dasar desentralisasi tanpa memecahkan enkripsi. Setelah pencurian, sebagian aset disimpan di Aave sebagai jaminan pinjaman, memicu risiko utang buruk hingga ratusan juta dolar dan memaksa Aave mengambil langkah cepat untuk membekukan pasar rsETH.Selain insiden keamanan ini, laporan yang dipesan oleh Coinbase mengingatkan bahwa meskipun komputasi kuantum belum mengancam saat ini, persiapan untuk menghadapi komputer kuantum yang mampu memecahkan kriptografi sangat penting agar ekosistem kripto tetap aman. Dampak dari eksploitasi ini dan risiko kuantum menekankan urgensi penguatan dan inovasi keamanan di ruang blockchain.

Experts Analysis

Alexander Urbelis
Ini bukan sekadar insiden terpisah tetapi sebuah pola yang berkelanjutan; perbaikan kecil tidak cukup untuk menghadapi jadwal pengadaan yang terorganisir dari peretas.
Editorial Note
Eksploitasi ini menunjukkan bahwa desain keamanan lintas rantai saat ini masih memiliki celah serius yang dimanfaatkan oleh kelompok peretas terorganisir, yang menuntut protokol untuk tidak hanya fokus pada keamanan teknis tetapi juga keakuratan data eksternal dan asumsi dasar sistem. Selain itu, kesiapan menghadapi ancaman komputasi kuantum harus menjadi prioritas utama sekarang agar ekosistem blockchain dapat bertahan jangka panjang.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.