Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Trump Buka Lagi Kerja Sama dengan Anthropic Setelah Larang AI untuk Militer

Teknologi
Kecerdasan Buatan
News Publisher
22 Apr 2026
45 dibaca
1 menit
Trump Buka Lagi Kerja Sama dengan Anthropic Setelah Larang AI untuk Militer

AI summary

Donald Trump mengubah pandangannya terhadap Anthropic setelah sebelumnya melarang penggunaannya.
Model AI Mythos memiliki potensi besar namun juga risiko yang perlu diwaspadai.
Kolaborasi antara sektor teknologi dan pemerintah sangat penting dalam meningkatkan keamanan siber.
Presiden AS Donald Trump awalnya melarang lembaga pemerintah menggunakan AI dari Anthropic karena penolakan perusahaan terhadap penggunaan militer dan pengawasan. Trump menyebut perusahaan tersebut sebagai 'woke' dan memasukkannya ke daftar hitam risiko rantai pasok Pentagon.Meski demikian, pemerintah Trump ternyata masih menggunakan AI Anthropic untuk simulasi tempur dan deteksi musuh dalam operasi terhadap Iran. Setelah itu, Trump mengubah sikap dan membuka kembali diskusi dengan Anthropic, menunjukkan apresiasi terhadap perkembangan perusahaan tersebut.Pertemuan antara Anthropic dan Gedung Putih dianggap produktif, membahas kerjasama fokus pada keamanan siber dan kepemimpinan dalam perlombaan AI. Ini membuka kemungkinan pembatalan pemboikotan dan kerja sama yang lebih erat di masa depan.

Experts Analysis

Stuart Russell (Profesor AI dan otoritas etika AI)
Kolaborasi antara pemerintah dan perusahaan AI harus didasarkan pada prinsip etika yang kuat untuk mencegah penyalahgunaan teknologi, terutama dalam konteks militer dan pengawasan.
Dario Amodei (CEO Anthropic)
Diskusi dengan pemerintah merupakan langkah penting untuk memastikan AI dikembangkan dengan fokus pada keamanan dan kontrol yang bertanggung jawab.
Editorial Note
Perubahan kebijakan Trump menunjukkan pentingnya fleksibilitas dalam pendekatan pemerintah terhadap teknologi baru seperti AI, terutama ketika keamanan dan kepentingan nasional dipertaruhkan. Pendekatan Anthropic yang menolak penggunaan militer juga mencerminkan dilema etika yang harus dihadapi oleh perusahaan teknologi dalam pengembangan AI.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.