Festival Web3 Hong Kong: AI dan Crypto Bersama Dorong Transaksi Miliaran Dolar
Finansial
Mata Uang Kripto
21 Apr 2026
305 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
AI agents memiliki potensi untuk merevolusi cara transaksi di ekonomi global.
Kripto dapat memberikan alat yang diperlukan untuk AI agents dalam menjalankan fungsi ekonomi secara independen.
Infrastruktur keuangan saat ini perlu ditingkatkan agar dapat mendukung perkembangan AI agents secara efektif.
Para ahli berkumpul di Festival Web3 Hong Kong untuk membahas peran AI sebagai agen otonom dalam ekonomi yang terdesentralisasi. Lennix Lai dari OKX Global dan Fan Wenzhong dari China Society for Finance and Banking menyoroti perpaduan antara cryptocurrency dan AI yang berpotensi mengubah interaksi blockchain. McKinsey memproyeksikan nilai transaksi yang difasilitasi AI sebesar Rp 50.10 quadriliun (US$3 triliun) hingga Rp 83.50 quadriliun (US$5 triliun) pada 2030.
AI agents dapat beroperasi tanpa henti dan mengambil keputusan secara mandiri. Namun, infrastruktur finansial saat ini belum dapat mengakomodasi kebutuhan agent AI untuk transaksi tanpa intervensi manusia. Web3 dianggap sebagai kunci dengan menyediakan aturan yang deterministik dan penghapusan peran perantara yang biasanya menyebabkan keterlambatan dan biaya tinggi.
Dengan dukungan Web3, ekonomi berbasis AI agents berpotensi menjadi sangat maju dan efisien, memungkinkan transaksi lintas batas yang cepat dan tanpa hambatan. Transformasi ini dapat mengubah cara konsumsi dan perdagangan global berlangsung secara fundamental. Selanjutnya, pengembangan infrastruktur keuangan yang lebih ramah AI dan blockchain menjadi sangat penting.
Analisis Ahli
Lennix Lai
Interaksi kita dengan blockchain pasti akan berubah secara fundamental, membuka peluang baru dalam perdagangan digital.Fan Wenzhong
AI masih berada di bawah kaca pembatas dalam hal potensi ekonominya saat ini, dan Web3 menawarkan solusi penting dengan mendistribusikan kekuasaan tanpa perantara.

