Jamur Fusarium oxysporum, Solusi Baru Eksplorasi Emas Ramah Lingkungan
Sains
Iklim dan Lingkungan
17 Apr 2026
302 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Jamur Fusarium oxysporum memiliki kemampuan unik untuk melarutkan emas, yang bisa dimanfaatkan dalam penambangan.
Penggunaan mikroorganisme dalam eksplorasi mineral dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi dampak lingkungan.
Penelitian ini membuka peluang baru untuk potensi penambangan di luar angkasa dengan memanfaatkan mikroorganisme.
Penelitian oleh CSIRO menemukan jamur Fusarium oxysporum yang mampu melarutkan dan melapisi diri dengan emas, menandai penemuan unik karena emas biasanya inert secara kimia. Jamur ini dapat mengubah logam emas menjadi aset biologis yang dapat dimanfaatkan.
Temuan ini mendorong inovasi dalam eksplorasi emas dimana perusahaan pertambangan Australia mulai menggunakan jamur sebagai indikator alami untuk mengidentifikasi endapan emas dengan lebih efektif dan ramah lingkungan tanpa harus melakukan pengeboran besar-besaran.
Selain potensi di Bumi, gagasan menggunakan mikroorganisme ini juga dieksplorasi untuk penambangan di luar angkasa, seperti asteroid, meskipun CSIRO masih fokus pada aplikasi di Bumi. Teknologi ini diharapkan dapat mengurangi biaya dan kerusakan lingkungan dari metode konvensional.
Analisis Ahli
Tsing Bohu
Interaksi jamur dengan emas adalah fenomena yang sangat langka dan berpotensi membuka jalan bagi eksplorasi dan produksi emas yang lebih berkelanjutan dan efisien.

