Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Iran Gunakan Satelit China untuk Targetkan Pangkalan Militer Amerika di Timur Tengah

Teknologi
Keamanan Siber
cyber-security (7h ago) cyber-security (7h ago)
17 Apr 2026
63 dibaca
1 menit
Iran Gunakan Satelit China untuk Targetkan Pangkalan Militer Amerika di Timur Tengah

Rangkuman 15 Detik

Iran telah meningkatkan kemampuan militernya dengan bantuan satelit mata-mata dari China.
Satelit TEE-01B berperan penting dalam pemantauan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Terdapat ketegangan antara China dan AS terkait dukungan teknologi militer yang diberikan kepada Iran.
Iran dilaporkan menggunakan satelit mata-mata TEE-01B buatan China guna memantau dan menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Satelit tersebut dibangun oleh perusahaan China, Earth Eye, dan diakuisisi oleh Pasukan Dirgantara IRGC pada akhir 2024. Dokumentasi yang bocor mengindikasikan aktivitas pengawasan dilakukan tepat sebelum dan sesudah serangan drone dan rudal terhadap fasilitas AS. Dokumen militer Iran menunjukkan satelit mengambil gambar dan data koordinat dari pangkalan utama AS seperti Pangkalan Udara Prince Sultan di Arab Saudi, Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania, dan lainnya. IRGC juga mendapat akses ke jaringan stasiun bumi komersial Emposat yang tersebar di berbagai kawasan dunia. Kementerian Luar Negeri China membantah keterlibatan mereka dalam aktivitas tersebut. Penggunaan satelit ini meningkatkan kemampuan Iran dalam mengarahkan serangan yang berpotensi meningkatkan ketegangan geopolitik antara AS dan China. Gedung Putih belum berkomentar resmi namun di masa lalu Presiden Trump sempat memperingatkan China soal dukungan militer ke Iran. Situasi ini mengindikasikan potensi eskalasi konflik dan persaingan teknologi militer global.

Analisis Ahli

Michael Elleman (Analyst keamanan dan senjata di IISS)
Penggunaan satelit pengintai komersial yang diakuisisi secara militer oleh Iran menunjukkan bagaimana negara-negara non-tradisional kini mengakses teknologi canggih secara strategis, yang berpotensi meningkatkan risiko konflik regional.
Bruce Riedel (Pakar Timur Tengah dan Intelijen AS)
Langkah Iran memanfaatkan satelit China memperkuat kemampuan intelijen mereka, yang dapat memperpanjang siklus aksi dan reaksi militer di kawasan ini, menuntut kebijakan AS lebih adaptif dan proaktif.