Waspada Modus Penipuan Telepon Hening dengan Kloning Suara Berbasis AI
Teknologi
Keamanan Siber
17 Apr 2026
20 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Modus penipuan Telepon Hening semakin berkembang dan memanfaatkan teknologi AI.
Masyarakat perlu waspada dan mengikuti tips keamanan untuk melindungi diri dari penipuan ini.
Menghindari mengeluarkan suara saat menerima telepon dari nomor asing dapat mengurangi risiko penipuan.
Penipuan dengan modus Telepon Hening semakin marak, pelaku menggunakan keheningan untuk merekam suara korban dan mengkloning suara tersebut dengan AI guna menipu orang terdekat korban. Modus ini memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence untuk mengolah suara rekaman pendek menjadi suara identik yang dapat menipu.
Kepala Dinas Kominfo Kota Tangerang, Mugiya Wardhany, mengimbau masyarakat untuk waspada dengan tidak memulai pembicaraan saat menerima telepon nomor asing, menunggu 3-5 detik, serta menggunakan aplikasi pelacak nomor. Mereka juga diminta menghindari mengucapkan kata-kata tertentu seperti 'iya' atau 'halo' yang bisa digunakan pelaku untuk kloning suara.
Masyarakat disarankan memberitahu keluarga dan teman agar tidak mudah tertipu oleh suara kloning yang menipu, serta menyiapkan kata sandi rahasia sebagai verifikasi komunikasi. Langkah-langkah ini penting untuk mengurangi risiko penipuan dan mencegah kerugian lebih lanjut dari modus baru ini.
Analisis Ahli
Ahmad Faisal, Pakar Keamanan Siber
Modus ini adalah ancaman nyata dalam keamanan komunikasi digital yang memanfaatkan kekurangan kesadaran pengguna terhadap rekaman suara. Perlu kolaborasi antara pemerintah, operator telekomunikasi, dan masyarakat untuk memperkuat filtrasi panggilan dan edukasi.


