TLDR
Pengembangan proposal untuk melindungi bitcoin dari ancaman kuantum dapat mengubah cara pemegang mengelola koin mereka. Agen AI semakin berperan dalam perdagangan dan pembayaran, tetapi infrastruktur yang mendukungnya mungkin tidak aman. Serangan DNS hijacking tetap menjadi risiko yang signifikan bagi platform DeFi dan pengguna harus berhati-hati saat berinteraksi dengan antarmuka web. Bitcoin menghadapi tantangan keamanan dari potensi komputer kuantum yang dapat mencuri koin dengan mengakses kunci privat. Jameson Loop dan para pengembang mengusulkan BIP-361 yang memaksa pemilik bitcoin melakukan migrasi ke alamat yang tahan kuantum atau berisiko koin mereka dibekukan. Google mengingatkan quantum deadline yang mungkin terjadi sekitar tahun 2029 memberi tekanan pada komunitas untuk beradaptasi cepat.Pada sisi lain, penggunaan AI dalam ekosistem kripto terus tumbuh, tetapi infrastruktur seperti LLM routers dapat menjadi titik serangan yang berbahaya karena mereka mengakses data sensitif yang melewati layanan tersebut. Peneliti McKinsey menegaskan kecepatan adopsi AI untuk perdagangan dan pembayaran kripto dapat meningkatkan risiko kebocoran data dan manipulasi oleh pihak jahat. Ini menjadi tantangan penting bagi pengembangan teknologi AI di bidang finansial.Sementara itu, platform DeFi CoW Swap mengalami serangan DNS hijacking yang memaksa penghentian layanan demi mencegah kerugian pengguna. Di level lain, XRP Ledger mengintegrasikan zero-knowledge proofs untuk memungkinkan transaksi privat yang patuh regulasi. Langkah ini memberi solusi bagi institusi keuangan yang menginginkan privasi tanpa mengorbankan transparansi blockchain publik.