Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

WLFI Rencanakan Pembukaan Token Governance Terkunci Setelah Kontroversi Besar

Finansial
Mata Uang Kripto
cryptocurrency (9h ago) cryptocurrency (9h ago)
15 Apr 2026
222 dibaca
1 menit
WLFI Rencanakan Pembukaan Token Governance Terkunci Setelah Kontroversi Besar

Rangkuman 15 Detik

Proposal WLFI dapat mengubah dinamika likuiditas token yang awalnya terkunci.
Insider akan mendapatkan akses ke token yang sebelumnya tidak dapat diperdagangkan, dengan sebagian dihancurkan.
Kritik dari Justin Sun menunjukkan ketidakpuasan di kalangan investor terkait manajemen WLFI.
World Liberty Financial mengajukan proposal untuk membuka 62,3 miliar token governance WLFI yang sebelumnya terkunci tanpa jadwal vesting atau likuiditas. Proposal ini mengubah aturan token, membuka peluang likuiditas bagi pemegang awal dan insider yang selama ini tidak dapat keluar dari token mereka. Proposal membagi token menjadi dua kelompok dengan jadwal cliff dan vesting berbeda, dimana 10% token dari tim dan pendiri akan dibakar setelah persetujuan. Kejadian ini mengikuti laporan bahwa WLFI menggunakan 5 miliar token sebagai jaminan pinjaman Rp 1.25 triliun ($75 juta) , yang memicu penurunan harga token dan kritik publik dari tokoh kripto terkenal. Jika disetujui, proposal akan mengubah ekonomi token WLFI yang selama ini terkunci, memungkinkan likuiditas baru namun juga risiko volatilitas harga. Voting berjalan selama tujuh hari dengan kuorum dan suara mayoritas yang rendah, memungkinkan proposal diterima hanya oleh sebagian kecil pemegang token.

Analisis Ahli

Andreas M. Antonopoulos
Penjadwalan vesting dan pembakaran token adalah cara strategis untuk menyelaraskan insentif antara tim dan komunitas, tapi dalam kasus ini, kurangnya komunikasi transparan bisa memperparah ketidakpercayaan pasar.
Laura Shin
Keterlibatan token governance sebagai jaminan pinjaman membawa risiko likuiditas serius yang bisa merusak harga token dan keamanan protokol, serta menambah tekanan regulasi untuk proyek yang kurang transparan.