Pasar Bitcoin dan Saham Bergejolak Setelah Ketegangan di Teluk Persia Memanas
Finansial
Mata Uang Kripto
13 Apr 2026
169 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Harga Bitcoin mengalami fluktuasi yang signifikan setelah berita politik.
Saham perusahaan terkait crypto menunjukkan reaksi positif terhadap berita tentang Iran.
Krisis di Timur Tengah terus mempengaruhi pasar keuangan global.
Harga bitcoin jatuh drastis hingga Rp 1.18 juta ($70.500) pada hari Minggu tetapi pulih kembali ke Rp 1.20 juta ($72.100) pada hari Senin pagi di pasar AS. Penurunan harga ini dipicu oleh kunjungan Wakil Presiden AS J.D. Vance ke Pakistan yang gagal mengamankan kesepakatan damai dengan Iran.
Iran menunjukan niat mempertimbangkan pengabaian uranium yang diperkaya sebagai langkah damai dan mengancam keamanan di Teluk Persia akibat blokade AS di Selat Hormuz. Pasar saham AS, khususnya Nasdaq, yang awalnya jatuh lebih dari 1%, berbalik menguat hingga 0,3%, dan saham kripto seperti Circle, Coinbase, dan Strategy juga melonjak.
Situasi ini menimbulkan ketidakpastian kondisi geopolitik yang dapat memicu volatilitas lebih jauh pada harga bitcoin dan pasar saham. Bearish memprediksi potensi pengujian ulang harga bitcoin pada level moving average 200 minggu sekitar Rp 1.00 juta ($60.000) jika ketegangan regional meningkat.
Analisis Ahli
Catherine Coley (CEO FTX US)
Ketegangan geopolitik yang terus berlanjut cenderung memperbesar volatilitas pasar kripto, terutama bitcoin, yang saat ini berperan sebagai aset perlindungan spekulatif bagi beberapa investor.Anthony Pompliano (Investor Bitcoin)
Level konsolidasi saat ini menunjukkan potensi breakout signifikan, tetapi investor harus waspada terhadap faktor eksternal yang bisa memperburuk kondisi pasar dan menyebabkan penurunan harga cepat.


