Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Harga Bitcoin Bangkit Meski Ketegangan Iran-AS Meningkat di Teluk Persia

Finansial
Mata Uang Kripto
cryptocurrency (4h ago) cryptocurrency (4h ago)
13 Apr 2026
140 dibaca
1 menit
Harga Bitcoin Bangkit Meski Ketegangan Iran-AS Meningkat di Teluk Persia

Rangkuman 15 Detik

Harga bitcoin menunjukkan volatilitas yang signifikan setelah berita politik.
Iran mempertimbangkan konsesi yang dapat mempengaruhi stabilitas pasar global.
Perusahaan terkait cryptocurrency mengalami fluktuasi saham yang terkait dengan berita geopolitik.
Harga bitcoin sempat turun drastis hingga Rp 1.18 miliar ($70,500) setelah wakil presiden AS meninggalkan Pakistan tanpa kesepakatan dengan Iran. Namun, harga tersebut kemudian naik kembali ke Rp 1.20 miliar ($72,100) pada perdagangan Senin pagi di AS. Pemulihan ini terbantu oleh laporan bahwa Iran mungkin akan melepaskan uranium yang diperkaya sebagai bagian dari tujuan perdamaian. Pasar saham AS juga mengalami pembalikan dari kerugian awal, dengan Nasdaq naik 0,3% setelah sempat turun lebih dari 1%. Blokade AS atas Selat Hormuz mulai diberlakukan pada pukul 10 pagi ET, memicu peringatan keras dari militer Iran dan Revolutionary Guards terkait keamanan jalur laut di wilayah tersebut. Saham terkait kripto seperti Circle naik 8,3%, Coinbase 3,1%, dan Strategy 1,5%. Bitcoin sendiri telah terkonfirmasi dalam fase konsolidasi selama 67 hari dengan kemungkinan tekanan turun kembali ke rata-rata pergerakan 200 minggu di Rp 1.00 miliar ($60,000) . Bearish sentiment mengantisipasi penurunan lebih jauh jika ketegangan berlanjut.

Analisis Ahli

Michael Novogratz
Ketegangan geopolitik seperti ini sering menyebabkan sentimen negatif di pasar kripto, namun adanya potensi kesepakatan perdamaian bisa menjadi katalis positif jangka pendek bagi bitcoin.
Katie Stockton
Pergerakan harga bitcoin yang sedang menguji support kritis menunjukkan bahwa pasar berada dalam fase konsolidasi penting, dan pengaruh eksternal seperti konflik wilayah menjadi faktor risiko utama.