Proyek AI di Tiongkok Digitalkan Keterampilan Rekan Kerja hingga Steve Jobs
Teknologi
Kecerdasan Buatan
12 Apr 2026
241 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Proyek Colleague Skill berusaha mengubah keterampilan manusia menjadi bentuk digital yang dapat digunakan kembali.
Zhou Tianyi menciptakan proyek ini sebagai solusi untuk mengatasi pekerjaan yang berulang dan ketidakamanan di tempat kerja.
Keterampilan dari tokoh terkenal seperti Steve Jobs dan Gautama Buddha diintegrasikan ke dalam proyek untuk memberi manfaat bagi pengguna.
Sebuah proyek kecerdasan buatan bernama Colleague Skill di Tiongkok berhasil mengubah keterampilan manusia, termasuk tokoh terkenal seperti Steve Jobs dan Buddha, menjadi bentuk digital yang dapat diunduh dan digunakan ulang secara gratis. Proyek ini berkembang viral di kalangan pekerja muda yang menghadapi ketidakpastian pekerjaan akibat kemajuan pesat AI. Inisiatif ini menjawab kebutuhan untuk mengatasi kehilangan keterampilan saat pegawai keluar.
Proyek ini dikembangkan oleh Zhou Tianyi, insinyur berusia 24 tahun dari Shanghai Artificial Intelligence Laboratory, dalam waktu kurang dari 4 jam. Ide dasarnya adalah mengubah komunikasi kerja dan dokumen menjadi keterampilan yang bisa dipakai ulang. Colleague Skill juga tersedia dalam berbagai bahasa seperti Spanyol, Jerman, Jepang, Rusia, dan Portugis, dan terinspirasi dari konsep 'skill' yang digunakan startup AI Anthropic di Amerika Serikat.
Alat ini diharapkan dapat membantu perusahaan dan individu dengan menyediakan keterampilan yang bisa digunakan ulang saat rekan kerja meninggalkan dokumen yang tidak terjaga. Selain memberikan efisiensi dan mengurangi pekerjaan berulang, proyek ini juga menawarkan ide tentang 'keabadian digital' bagi keterampilan manusia. Ke depan, ini bisa merubah cara kita memandang transfer pengetahuan dan otomatisasi dalam lingkungan kerja.
Analisis Ahli
Andrew Ng
Proyek seperti ini sangat menjanjikan dalam meningkatkan produktivitas pekerja dan mempercepat transformasi digital di perusahaan. Namun perlu pengawasan ketat agar hasil AI benar-benar akurat dan dapat dipercaya di bidang profesional.Fei-Fei Li
Mengonversi keahlian manusia menjadi aset AI adalah cara inovatif untuk memperpanjang dampak pengetahuan individu. Tetapi penting untuk memahami bahwa tidak semua aspek kemampuan manusia bisa diserap secara sempurna oleh mesin.
