Rahasia Cat Merah Kuno Domus of Salvius: Campuran Pintar Hemat Cinnabar
Sains
Fisika dan Kimia
12 Apr 2026
314 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Teknik lukisan dinding kuno menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang kimia.
Campuran cinnabar dengan bahan lain membantu mengurangi biaya tanpa mengorbankan kualitas.
Penelitian ini memperluas pemahaman kita tentang penggunaan cinnabar dalam seni lukis kuno.
Studi kimia terbaru menemukan resep kuno untuk campuran cat yang menghemat pemakaian cinnabar, pigmen merah mahal, tanpa mengorbankan kualitas warna di Domus of Salvius, Cartagena. Tim peneliti dari Universitas Córdoba dan Universitas Murcia melakukan analisis mendalam menggunakan teknik canggih seperti XRD, Raman spectroscopy, dan SEM untuk mengungkap teknik pengecatan kuno.
Penelitian mengungkap bahwa para pelukis Romawi menggunakan campuran cinnabar dengan iron oxide dan menerapkan primer yellow goethite pada dinding sebelum mengecat. Metode ini membuat warna merah tahan lama sekaligus mengurangi penggunaan cinnabar, menandakan pemahaman kimiawi yang tinggi dan efisiensi biaya di masa lampau.
Penemuan ini memperpanjang pemahaman tentang penggunaan cinnabar di wilayah Hispania dan menunjukkan bahwa teknik pengecatan tersebut mungkin tersebar melalui buku atau pelatihan di bengkel seni. Dengan demikian, hasil ini dapat menginspirasi penelitian lebih lanjut di bidang konservasi dan sejarah seni Romawi kuno.
Analisis Ahli
Dr. Ana Martínez (Kimia Organik dan Konservasi Seni)
Penemuan ini menegaskan bahwa teknik kimiawi yang digunakan dalam seni kuno tidak semata-mata berdasarkan trial and error, melainkan sebuah pendekatan ilmiah yang memperhatikan durabilitas dan kefektifan biaya pigmentasi.Prof. Luis García (Arkeolog dan Sejarawan Seni Romawi)
Kombinasi primer dan pigmen ini adalah bukti nyata bahwa para pelukis Romawi telah mengembangkan metode pengecatan canggih jauh sebelum teknologi modern, yang juga mengindikasikan adanya pertukaran pengetahuan antar wilayah.


