Kontroversi Pinjaman WLFI di Dolomite Picu Penurunan Harga Token 12%
Finansial
Mata Uang Kripto
10 Apr 2026
245 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
WLFI mengalami penurunan nilai yang signifikan setelah laporan terkait posisi pinjaman mereka.
Posisi pinjaman WLFI di Dolomite menimbulkan kekhawatiran tentang keberlanjutan dan transparansi.
Pembelian kembali token oleh WLFI menunjukkan komitmen mereka, namun saat ini berada di bawah harga rata-rata pembelian.
WLFI token dari World Liberty Financial turun 12% setelah laporan CoinDesk mengungkapkan penggunaan token tata kelola sendiri sebagai jaminan pinjaman di protokol DeFi Dolomite. Transaksi ini menyebabkan pool pinjaman stablecoin hampir habis dan membatasi penarikan dari deposan lain.
WLFI tidak menyangkal tindakan tersebut dan malah menegaskan posisinya sebagai 'anchor borrower' yang memberi yield bagi pengguna lain. Namun harga token yang jatuh 48% di bawah harga buyback treasury dan token senilai lebih dari Rp 3.91 triliun ($234 juta) yang masih disimpan dalam wallet perantara memperburuk kekhawatiran seputar risiko likuiditas.
Jika token tambahan terus didepositkan ke Dolomite untuk meminjam lebih banyak stablecoin, maka likuiditas protokol akan makin terkuras. Hal ini bisa memperburuk kepercayaan pasar dan membawa risiko likuidasi besar bagi WLFI dan deposan lain yang terkena dampak.
Analisis Ahli
Andreas M. Antonopoulos
Mekanisme yang melibatkan pinjaman menggunakan token sendiri sebagai jaminan biasanya mengindikasikan risiko tinggi dan menandakan potensi masalah likuiditas yang serius dalam DeFi.Laura Shin
Ketika sebuah proyek menggunakan ekosistem internalnya sendiri untuk mendukung nilai pinjaman, hal itu seringkali menjadi alarm bagi keamanan dan transparansi protokol.