Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Mikko Hyppönen: Dari Perang Malware ke Pertahanan Melawan Serangan Drone

Teknologi
Keamanan Siber
cyber-security (4h ago) cyber-security (4h ago)
04 Apr 2026
105 dibaca
1 menit
Mikko Hyppönen: Dari Perang Malware ke Pertahanan Melawan Serangan Drone

Rangkuman 15 Detik

Keamanan siber telah berkembang pesat, tetapi ancaman baru seperti drone memerlukan pendekatan baru.
Mikko Hyppönen memiliki pengalaman luas dalam melawan malware dan kini berfokus pada perlindungan terhadap ancaman drone.
Strategi dalam melawan malware dan drone memiliki kesamaan, termasuk pengembangan tanda tangan untuk mengidentifikasi ancaman.
Mikko Hyppönen, seorang veteran cybersecurity dengan pengalaman lebih dari 35 tahun, kini berfokus pada perlindungan terhadap ancaman drone setelah banyak menghadapi serangan malware yang berkembang sejak 1980-an. Pengalaman ini menjadikannya salah satu sosok paling dihormati dalam dunia keamanan siber saat ini. Hyppönen pernah pertama kali menemukan virus ILOVEYOU dan kini menjadi Chief Research Officer di Sensofusion, perusahaan yang mengembangkan sistem anti-drone yang mampu mendeteksi dan menghalau drone menggunakan teknologi identifikasi protokol radio. Perang di Ukraina yang ditandai oleh serangan drone mendorongnya untuk bergeser fokus dari malware ke drone. Pertahanan terhadap drone menggunakan strategi yang mirip dengan cybersecurity, yaitu mengenali sinyal dan protokol untuk deteksi dan serangan balik. Ini menandai babak baru dalam keamanan digital yang memadukan keahlian dunia maya dengan teknologi fisik, yang sangat penting untuk keamanan nasional di masa mendatang.

Analisis Ahli

Bruce Schneier
Hyppönen's shift highlights a necessary evolution in cybersecurity, acknowledging that emerging threats like drones require adaptive defense strategies built on foundational cyber principles.
Keren Elazari
The integration of drone defense into cybersecurity reflects the expanding perimeter of digital warfare, underscoring the need for multidisciplinary expertise in protecting humanity from autonomous machines.