TLDR
Bitcoin mengalami periode kinerja yang buruk dibandingkan dengan pasar saham, yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ketegangan geopolitik, seperti yang terjadi antara AS dan Iran, dapat mempengaruhi pasar keuangan secara signifikan. Regulasi dan kebijakan baru, seperti GENIUS Act, dapat membuka lebih banyak peluang untuk investasi dalam cryptocurrency. Bitcoin mengalami penurunan signifikan selama hampir enam bulan berturut-turut mulai Oktober 2025 hingga kuartal pertama 2026, mencatat penurunan 22% di kuartal pertama dan 25% di kuartal sebelumnya. Sementara itu, indeks saham S&P 500 turun jauh lebih kecil, menciptakan kesenjangan performa yang belum pernah terjadi sebelumnya.Penurunan ini terjadi di tengah pasar yang sedang tertekan, dengan Nasdaq juga mencatat penurunan besar, serta ketegangan geopolitik seperti konflik AS-Iran yang memengaruhi pasar global, harga minyak, dan nilai dolar AS. Meskipun demikian, Bitcoin lebih stabil dibandingkan aset safe haven tradisional seperti emas yang mengalami fluktuasi besar.Kemajuan regulasi yang mendukung adopsi crypto dan prediksi historis menunjukkan Bitcoin bisa segera mengalami pembalikan tren dari underperformance ke permintaan yang meningkat. Namun, waktu pembalikan sangat bergantung pada perkembangan geopolitik dan sentimen risiko global yang sedang tidak menentu.