TLDR
Pabrik baru di Guangdong menandai pergeseran menuju produksi massal robot humanoid. Model manufaktur kontrak semakin mengedepankan kolaborasi antara desain dan produksi. Pengembangan perangkat lunak menjadi kunci untuk memanfaatkan potensi robot humanoid di industri. Pabrik produksi robot humanoid berkapasitas 10.000 unit per tahun mulai beroperasi di Guangdong, Cina. Fasilitas ini menandai transisi dari pembuatan prototipe ke manufaktur industri besar. Kerja sama antara Leju Robotics dan Dongfang Precision membuka babak baru dalam produksi robot humanoid.Pabrik ini menggunakan 24 tahap perakitan presisi dan 77 titik inspeksi, memungkinkan robot selesai setiap 30 menit dengan efisiensi 50% lebih baik daripada metode lama. Desain manufaktur fleksibel memungkinkan produksi berbagai model robot tanpa perlu overhaul total. Pendekatan kontrak manufaktur membagi tanggung jawab desain dan produksi secara efektif.Dengan kapasitas produksi besar, perusahaan seperti Leju harus menunjukkan volume untuk menarik investasi. Meski hardware sudah dikuasai, pengembangan software untuk robot agar efektif di lingkungan nyata masih menjadi tantangan utama. Fokus kini beralih ke inovasi AI untuk menjadikan robot humanoid pekerja produktif, bukan sekadar pameran teknologi.