Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Amerika Mengadopsi AI, Tapi Kepercayaan dan Harapan Terhadapnya Melorot

Teknologi
Kecerdasan Buatan
News Publisher
31 Mar 2026
5 dibaca
1 menit
Amerika Mengadopsi AI, Tapi Kepercayaan dan Harapan Terhadapnya Melorot

TLDR

Masyarakat Amerika menunjukkan ketidakpercayaan yang tinggi terhadap kecerdasan buatan meskipun semakin banyak yang mengadopsinya.
Kekhawatiran tentang dampak AI pada pasar kerja semakin meningkat, terutama di kalangan generasi muda.
Ada tuntutan untuk lebih banyak transparansi dan regulasi terkait pengembangan dan penggunaan kecerdasan buatan.
Penggunaan AI di Amerika terus meningkat dalam berbagai aktivitas seperti riset, penulisan, dan analisis data, namun sebagian besar masyarakat masih enggan mempercayai teknologi ini. Survei Quinnipiac mengungkapkan 76% responden hanya jarang atau kadang percaya pada AI, meskipun pemakaian AI naik menjadi 73%.Sebagian besar warga merasa khawatir dan pesimis terhadap pengaruh AI, terutama mengenai pengurangan kesempatan kerja dan dampak negatif sosial serta lingkungan. Gen Z menempati posisi paling pesimis dengan 81% memperkirakan penurunan lapangan pekerjaan, sementara 65% menolak pembuatan pusat data AI di komunitas mereka.Kekhawatiran tersebut memperlihatkan kebutuhan akan regulasi dan transparansi yang lebih baik dari pemerintah dan perusahaan AI. Ini menjadi panggilan untuk penyesuaian kebijakan yang dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus mengelola risiko dampak teknologi AI di masa depan.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.