China Genjot Prosesor Berbasis RISC-V untuk Kurangi Ketergantungan Teknologi Asing
Teknologi
Pengembangan Software
27 Mar 2026
302 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Xiangshan dan XuanTie C950 menunjukkan kemajuan signifikan China dalam teknologi semikonduktor.
Pengembangan chip berbasis RISC-V merupakan langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi asing.
Kolaborasi antara lembaga penelitian dan perusahaan seperti Alibaba mempercepat inovasi dalam industri teknologi China.
China meluncurkan prosesor Xiangshan yang didasarkan pada arsitektur RISC-V terbuka, menandai tonggak penting dalam upaya nasional untuk memproduksi chip berperforma tinggi tanpa bergantung pada teknologi asing. Prosesor ini mencapai skor 16,5 poin per GHz pada benchmark SPEC CPU2006, yang mengindikasikan performa setara dengan standar internasional.
Selain itu, Alibaba melalui Damo Academy juga meluncurkan chip terbaru XuanTie C950 yang dirancang untuk kebutuhan komputasi awan dan AI dengan klaim sebagai CPU RISC-V paling kuat di dunia. Kedua langkah ini menunjukkan dorongan terkoordinasi dari pemerintah dan sektor swasta untuk mengembangkan teknologi semikonduktor domestik berteknologi tinggi.
Inisiatif ini penting karena dapat memperkuat kemandirian teknologi China di tengah tekanan kontrol ekspor dari Amerika Serikat dan mendorong ekosistem domestik dalam riset dan produksi chip. Langkah ini diperkirakan akan mempengaruhi persaingan global di bidang teknologi tinggi dan mempercepat inovasi pada teknologi prosesor terbuka.
Analisis Ahli
Mark P. Mills (Teknologi Semiconductor)
Pendekatan China menggunakan RISC-V adalah langkah strategis yang cerdas karena menghindari ketergantungan pada lisensi teknologi Barat, namun tantangan terbesar masih terletak pada ekosistem komersialisasi yang belum matang.Linley Gwennap (Analis Prosesor Terkenal)
Penggunaan RISC-V memberikan fleksibilitas tinggi tapi peningkatan performa hingga level internasional harus dibuktikan pada produk skala massal, tidak hanya benchmark laboratorium.

