Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Mengapa Wall Street Menolak Blockchain Terbuka Dan Pilih Jaringan Privat

Finansial
Perbankan dan Layanan Keuangan
News Publisher
26 Mar 2026
2172 dibaca
1 menit
Mengapa Wall Street Menolak Blockchain Terbuka Dan Pilih Jaringan Privat

TLDR

Transparansi penuh dalam blockchain tidak sesuai dengan kebutuhan institusi keuangan.
Kebutuhan akan privasi dan kontrol data menjadi faktor kunci dalam adopsi teknologi blockchain oleh institusi.
Stablecoin semakin menjadi bagian integral dari infrastruktur keuangan tradisional.
Institusi keuangan tradisional menolak penggunaaan blockchain yang transparan karena setiap perdagangan yang terlihat secara publik dapat merugikan strategi dan memicu dampak harga yang besar. Don Wilson dari DRW menjelaskan bahwa publikasi semua transaksi dianggap tidak sesuai dengan tugas fiduciary seorang manajer dana.Ethereum dan Bitcoin, yang dikenal sebagai blockchain publik dengan data yang sepenuhnya terbuka, sulit diterima oleh bank besar seperti JPMorgan yang sudah membuat jaringan blockchain privat untuk menjaga kontrol akses dan kepatuhan. Stablecoin seperti USDC dan RLUSD justru mendapat tempat karena sesuai dengan regulasi dan dukungan institusional.Masa depan tokenisasi dan adopsi blockchain institusional akan semakin fokus pada jaringan permissioned yang menjaga privasi, membatasi visibilitas transaksi, dan mencegah praktik tidak sehat seperti front-running. Transformasi ini penting agar blockchain dapat diintegrasikan ke sistem finansial besar tanpa mengorbankan prinsip pengelolaan risiko.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.