Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Penemu Harvard Ciptakan Panel Surya 'Kontrarian' Bikin Dingin dan Hangat Otomatis

Sains
Iklim dan Lingkungan
climate-and-environment (2d ago) climate-and-environment (2d ago)
26 Mar 2026
131 dibaca
1 menit
Penemu Harvard Ciptakan Panel Surya 'Kontrarian' Bikin Dingin dan Hangat Otomatis

Rangkuman 15 Detik

Perangkat solar baru ini dapat beradaptasi dengan kebutuhan energi musiman tanpa sensor atau motor.
Kinerja perangkat dalam mode pemanasan sangat efisien, dengan konversi hingga 90% energi matahari menjadi panas.
Penelitian ini membuka peluang untuk inovasi dalam teknologi energi terbarukan di tengah perubahan iklim.
Para peneliti di Harvard berhasil menciptakan perangkat pemanen energi surya yang dapat beralih secara otomatis antara menghasilkan listrik dan panas berdasarkan kondisi lingkungan tanpa alat elektronik tambahan. Perangkat ini menggunakan perubahan fase air sebagai mekanisme sakelar optik untuk mengalihkan fungsinya sesuai musim. Perangkat tersusun dari lensa Fresnel, ruang tertutup berisi air, dan sel PV. Ketika air menguap, lensa memfokuskan cahaya ke sel PV untuk listrik. Saat air mengembun, fokus melemah dan cahaya menjadi sumber pemanas ruangan. Pada simulasi iklim Boston, perangkat menunjukkan fungsi ganda berdasarkan titik embun 15°C. Teknologi ini meningkatkan efisiensi pemanasan hingga 90%, lima kali lipat lebih baik dibanding panel PV dengan pemanas listrik. Meski sudut matahari menjadi kendala, pengembangan lanjutan ditargetkan untuk memperluas jam kerja dan integrasi ke berbagai produk bangunan dan kendaraan, berpotensi mengubah pemanfaatan energi terbarukan.

Analisis Ahli

Joanna Aizenberg
Komponen yang dapat dilaminasi ke dalam skylight atau fasad dan secara alami menghasilkan listrik saat cuaca panas sangat menjanjikan, terutama menghadapi peningkatan kebutuhan pendinginan di planet yang memanas.