India Geser China Jadi Raja Baru Produksi Smartphone Global
Bisnis
Ekonomi Makro
25 Mar 2026
83 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
India sedang mengambil alih posisi China sebagai pusat produksi smartphone.
Apple memindahkan sebagian besar produksinya ke India, menunjukkan kepercayaan terhadap industri India.
Insentif pemerintah India berperan penting dalam menarik investasi dari perusahaan-perusahaan besar.
China mulai kehilangan posisi sebagai pusat manufaktur utama perangkat elektronik canggih karena ketegangan geopolitik dengan Amerika Serikat yang menciptakan risiko tarif tinggi. Banyak produsen smartphone global mulai memindahkan produksinya ke negara lain, terutama India.
India berhasil meningkatkan produksi smartphone dengan nilai melewati Rp 1.00 quadriliun (US$60 miliar) pada tahun fiskal 2024-2025, didukung oleh program insentif dan kebijakan dukungan manufaktur. Apple bahkan memproduksi 55 juta iPhone di India pada 2025, meningkat 53% dari tahun sebelumnya.
Dengan target ekspansi elektronik mencapai Rp 8.35 quadriliun (US$500 miliar) pada 2030 dan rencana insentif baru yang sedang dirancang, India diprediksi menjadi pemain utama manufaktur elektronik dunia, sekaligus menggeser dominasi China di sektor ini.
Analisis Ahli
Anand Mahindra
Langkah India menarik manufaktur global melalui insentif dan kebijakan strategis ini menunjukkan visi jangka panjang yang kuat untuk menjadikan negara sebagai pusat teknologi dan manufaktur dunia.Pankaj Patel
Dukungan pemerintah dalam bentuk skema insentif yang terus diperbarui adalah kunci untuk menarik dan mempertahankan investasi manufaktur elektronik, terutama dari perusahaan global seperti Apple dan Samsung.

