Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Harga Bitcoin Melorot ke Rp 1.14 juta ($68.250) Imbas Ketegangan Trump dan Iran

Finansial
Mata Uang Kripto
CoinDesk CoinDesk
23 Mar 2026
201 dibaca
1 menit
Harga Bitcoin Melorot ke Rp 1.14 juta ($68.250) Imbas Ketegangan Trump dan Iran

Rangkuman 15 Detik

Harga Bitcoin dipengaruhi oleh situasi geopolitik, seperti ancaman terhadap Iran.
CME gap dapat menjadi indikator penting untuk pergerakan harga Bitcoin di masa depan.
Pasar altcoin saat ini kurang berkinerja dibandingkan Bitcoin.
Harga Bitcoin saat ini bergerak mendekati kisaran Rp 1.14 juta ($68.250) setelah gagal menembus level Rp 1.25 juta ($75.000) berulang kali. Ancaman Presiden Donald Trump terhadap Iran memicu penurunan harga pada hari Sabtu. Pergerakan harga ini menandai ketidakstabilan pasar di tengah ketegangan geopolitik. Pada akhir pekan terjadi gap harga di CME akibat jeda perdagangan futures Bitcoin dari Jumat ke Minggu malam. Jika Bitcoin mampu pulih ke Rp 1.17 juta ($70.000) pada hari Senin, maka gap tersebut akan tertutup. Sementara itu, emas dan perak mengalami penurunan harga setelah lonjakan harga dianggap sebagai spekulasi semata. Indeks Dollar (DXY) kembali menguat di atas 100 didorong oleh kekhawatiran inflasi dan penghentian siklus pemotongan suku bunga The Fed. Pasar altcoin juga menunjukkan kinerja yang kurang baik dibanding Bitcoin dengan beberapa token DeFi mengalami penurunan sekitar 3%. Hal ini menunjukkan Bitcoin tetap menjadi pilihan utama investor di tengah volatilitas pasar.

Analisis Ahli

Michael Saylor
Bitcoin tetap menjadi aset penyimpan nilai yang tangguh di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global, meski volatilitasnya meningkat.
Cathy Wood
Volatilitas pasar kripto sering kali dipicu oleh faktor makroekonomi dan kejadian geopolitik, namun fundamental DeFi dan adopsi teknologi blockchain terus menguat.