Baterai Termal Revolusioner dari MIT Simpan Energi hingga 100 Jam dengan Biaya Murah
Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
20 Mar 2026
297 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Baterai termal menawarkan solusi penyimpanan energi yang lebih murah dan efisien dibandingkan dengan lithium-ion.
Penggunaan bahan karbon dan tin cair memungkinkan baterai ini bertahan dalam suhu tinggi dan memiliki daya tahan yang baik.
Desain modular baterai memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan kapasitas penyimpanan sesuai kebutuhan.
Sebuah startup dari MIT mengembangkan baterai termal yang menyimpan listrik sebagai panas pada blok karbon hingga 2.400 derajat Celsius. Baterai ini menggunakan logam cair timah untuk mengalirkan panas dan mengonversinya kembali menjadi listrik melalui sel termofotovoltaik efisiensi tinggi di atas 40 persen. Teknologi ini dirancang sebagai alternatif baterai litium-ion untuk penyimpanan energi jangka panjang.
Blok karbon dan logam cair ini tahan terhadap suhu ekstrem dan tidak bereaksi satu sama lain, memungkinkan siklus berulang dengan kehilangan panas sangat rendah sekitar 1 persen per hari. Sistem modular baterai ini dapat diperluas dengan menambah modul penyimpanan dan daya, serta direncanakan demo 1 MWh dan instalasi skala penuh 250 MWh. Sistem ini juga memiliki potensi penggunaan untuk memasok listrik cadangan dan panas industri.
Baterai termal ini menawarkan solusi penyimpanan energi yang lebih murah, tahan lama, dan efisien dibanding baterai litium-ion, sangat relevan untuk mendukung ekspansi energi terbarukan dan kebutuhan daya berkepanjangan. Dengan potensi untuk mempengaruhi industri energi secara global, teknologi ini bisa mempercepat transisi ke energi bersih dan menjawab tantangan ketahanan energi.
Analisis Ahli
Daniel Nocera
Teknologi ini menunjukkan potensi besar dengan memanfaatkan prinsip fisika termal dan material canggih, tapi tantangan integrasi skala besar dan keandalan jangka panjang masih harus diuji secara praktik.Jennifer Holmgren
Kombinasi antara efisiensi tinggi dan biaya rendah bisa menjadi game-changer untuk grid listrik di masa depan, terutama sebagai solusi penyimpanan energi yang fleksibel dan skalabel.

